Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Izin Penggunaan Darurat Diberikan untuk Kombinasi Antibodi Covid-19 Astrazeneca

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 14 Desember 2021 17:12
Izin Penggunaan Darurat Diberikan untuk Kombinasi Antibodi Covid-19 Astrazeneca
Diberikan untuk kelompok yang tak bisa menerima vaksinasi Covid-19 biasa.

Dream - Sejumlah penelitian terus dilakukan untuk mencari cara pencegahan, vaksinasi dan pengobatan pada pasien Covid-19. Salah satu yang terbaru adalah AZD7442 (tixagevimab dikemas bersama cilgavimab), kombinasi long-acting antibody (LAAB) dari AstraZeneca.

Terapi obat tersebut telah menerima otorisasi penggunaan darurat (emergency use authorisation/EUA) di Amerika Serikat untuk pra-paparan profilaksis (pre-exposure prophylaxis/pencegahan) COVID-19, dosis pertama diharapkan akan segera tersedia untuk masyarakat.

Badan Pengawas Makanan dan Obat AS (Food and Drug Administration/FDA) mengeluarkan EUA untuk AZD7442 untuk pra-paparan profilaksis (pencegahan) pada orang dewasa dan remaja (usia 12 dan lebih tua yang memiliki berat 40kg atau lebih) dengan gangguan kekebalan sedang hingga parah yang disebabkan oleh kondisi medis atau imunosupresif obat-obatan yang mungkin tidak memiliki respons imun yang memadai terhadap vaksinasi COVID-19. Juga pada orang-orang yang tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Penerima AZD7442 tidak boleh terinfeksi atau baru-baru ini diketahui terpapar dengan orang yang terinfeksi SARS-CoV-2.

" Data terbaru dari uji klinik PROVENT Fase III menunjukkan profil efikasi yang kuat dan AZD7442 sejauh ini telah menunjukkan perlindungan hingga enam bulan terhadap COVID-19 pada pasien berisiko tinggi dan pasien dengan gangguan kekebalan," kata Sewhan Chon, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia dalam rilis yang diterima Dream.co.id.

 

1 dari 2 halaman

AZD7442 adalah kombinasi dari dua long-acting antibodi monoklonal dan merupakan satu-satunya terapi antibodi yang diizinkan di AS untuk pencegahan COVID-19 yang diberikan sebagai dosis intramuskular (150mg tixagevimab dan 150mg cilgavimab) dalam dua suntikan terpisah yang berurutan.

Sekitar 2% dari populasi dunia dianggap memiliki risiko yang meningkat terkait respons kekebalan yang tidak memadai terhadap vaksin COVID-19.1,2 Hal ini termasuk pasien kanker darah atau kanker lain yang dirawat dengan kemoterapi, pasien dialisis, dan mereka yang sedang dalam perawatan medis paska transplantasi organ atau yang menggunakan obat imunosupresif untuk kondisi tertentu, termasuk multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis.3-7

 

2 dari 2 halaman

Data primer yang mendukung EUA AZD7442 berasal dari uji klinik pencegahan pra-paparan PROVENT Fase III yang sedang berlangsung, yang menunjukkan penurunan risiko yang signifikan secara statistik (77% pada analisis primer, 83% pada analisis median enam bulan) terhadap berkembangnya infeksi COVID-19 dengan gejala dibandingkan dengan plasebo, dengan perlindungan dari virus yang terus menerus setidaknya selama enam bulan. Data dari uji coba pasca-paparan STORM CHASER Tahap III dan uji coba Tahap I AZD7442 juga mendukung EUA. AZD7442 ditoleransi dengan baik dalam uji coba.

AZD7442, adalah kombinasi dari dua LAAB yaitu tixagevimab (AZD8895) dan cilgavimab (AZD1061). Kombinasi tersebut berasal dari sel B yang disumbangkan oleh pasien yang pernah positif SARS-CoV-2 dan telah sembuh. Ditemukan oleh Vanderbilt University Medical Center dan dilisensikan kepada AstraZeneca pada Juni 2020, antibodi monoklonal manusia mengikat tempat berbeda yang ada di spike protein81 SARS-CoV-27 dan dioptimalkan oleh AstraZeneca dengan perpanjangan paruh waktu (half-life extension) dan pengurangan reseptor Fc dan pengikatan komplemen C1q.

Beri Komentar