Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Pesona Ranu Kumbolo Gunung Semeru Lumajang Jawa Timur (Foto: Agentwisatabromo.com)
Dream – Jalur pendakian Gunung Semeru bakal dibuka lagi pada 1 Oktober 2020. Tentunya disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, John Kennedie, mengatakan keputusan untuk kembali membuka jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa itu ditetapkan usai rapat koordinasi pada 21 September 2020.
“ Pendakian Gunung Semeru pada masa adaptasi kebiasaan baru di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dibuka kembali pada 1 Oktober 2020,” ucap John Kennedie, seperti dikutip Liputan6.com.
Menurut John, ada beberapa persyaratan yang perlu dilakukan oleh para pendaki saat naik gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu.
© Ilsutrasi Jalur pendakian Gunung Semeru (Foto: Liputan6.com)
Persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya jumlah pendaki ditetapkan berdasarkan kuota per hari yakni sebanyak 120 orang atau 20 persen dari total daya dukung dan daya tamping Gunung Semeru sebanyak 600 pendaki.
Syarat kedua, pendakian hanya diizinkan selama dua hari satu malam saja. Selanjutnya para pendaki juga harus membawa surat keterangan sehat dari dokter yang menyatakan bebas penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) disertai stempel basah yang berlaku paling lama tiga hari sebelum pendakian.
Pendaki yang diizinkan naik minimal berusia 10 tahun dan maksimal berusia 60 tahun. Pendaki juga harus membawa obat-obatan pribadi dan cairan pembersih tangan serta membawa masker cadangan minimal empat buah.
© Ilustrasi Gunung Semeru (Foto: Dok. Istimewa)
Selain itu, tenda hanya boleh didirikan di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Jarak antar tenda harus diatur dan hanya berisi maksimal 50 persen dari kapasitas tenda.
“ Tempat mendirikan tenda hanya di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Kemudian tenda yang dipergunakan hanya bisa diisi maksimal 50 persen dari kapasitas, dan ada jarak minimal mendirikan tenda yaitu dua meter,” ucap John.
Dia menambahkan batas akhir kawasan pendakian yang diizinkan adalah Kawasan Kalimati. Ini sesuai arahan Pos Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur.
Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Semeru ditutup selama kurang lebih satu tahun akibat adanya kebakaran hutan pada 2019. Kemudian disusul datangnya wabah virus corona penyebab Covid-19.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya