Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Shutterstock
Dream - Atlet dan kegiatan fisik menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Latihan fisik yang intensif, dan terkadang berat, pastinya membuat otot seorang atlet bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa.
Cedera saat latihan ataupun kala bertanding bukan hal baru bagi seorang atlet. Salah satu pernah dialami atlet bola basket, Habib, yang mengaku pernah mengalami cedera cukup serius.

" Saat bertanding saya mengalami cedera pada bagian kaki lutut bawah dan dan lutut atas terasa goyang ternyata cedera ACL," jelas Habib, Atlet Basket pada press conference Grand Opening RSPI Bintaro, 16 Agustus 2022.
Habib kala itu mengalami putus tendon ACL dan robek meniscus grade 2. Untuk menyembuhkan cedera yang dialaminya Habib harus menjalani penanganan yang tepat.

Selain cedera tendon Achilles atau cedera ACL seperti yang dialami Habib, para atlet juga memiliki risiko cedera ankle, hamstring, lutut, hingga tennis elbow, dan golfer's elbow.
Selain karena otot yang dipaksa bekerja keras, cedera ini juga bisa dipicu berbagai faktor risiko seperti usia yang memengaruhi kekuatan dan elastisitas jaringan tubuh, pemanasan olahraga yang kurang optimal dan durasi olahraga yang berlebihan tanpa diselingi istirahat.
Pemicu cedera juga bisa datang dari akumulasi cedera sebelumnya yang belum tertangani dengan baik, serta pemilihan jenis olahraga yang banyak melibatkan kontak fisik antar pemain.

" Penanganan cedera beragam jika berat seperti ACL harus operasi. Ada juga cedera ringan yang perlu recovery beberapa hari," jelas dr Antonius Andi Kurniawan, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Pondok Indah Bintaro Jaya pada kesempatan yang sama.
Salah satu cedera yang ringan adalah bengkak yang berisiko membuat otot menjadi kaku bila tidak mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat. Alhasil lengan menjadi tidak bisa lurus dan menekuk secara maksimal.
Masing-masing tentu memiliki kebutuhan dan ekspektasi yang berbeda-beda akan pemulihan cederanya. Beberapa tahap awal penanganan cedera olahraga teknologi medis terkini yang hadir adalah Cyrotheraphy (terapi dingin), Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) , dan Ultrasound Therapy.
Penanganan ini cukup banyak digunakan untuk mengurangi nyeri dan mempercepat proses penyembuhan radang/inflamasi di area sekitar cedera.
Pada kasus cedera berat yang menyebabkan terjadinya robekan pada tendon, ligamen, dan tulang rawan, hingga robekan rotator cuff, butuh pemeriksaan penunjang dengan modalitas pencitraan MRI untuk mendapat gambaran jaringan lunak dalam tubuh dengan lebih jelas.
Jika didapati adanya kerusakan yang membutuhkan tindakan pembedahan seperti tindakan operasi minimal invasive dapat dilakukan dengan membuat sayatan kecil untuk menangani bagian yang mengalami cedera.
" Tindakan minimal invasive memberikan banyak manfaat bagi pasien dengan kasus cedera olahraga berat. Durasi operasi pada tindakan ini relatif lebih singkat, luka sayatan lebih kecil sehingga meminimalisir kemungkinan rusaknya otot di area sekitar tindakan, dan waktu pemulihan lebih cepat sehingga pasien dapat segera melanjutkan proses terapi pemulihan selanjutnya dengan lebih nyaman," jelas dr. Andi Nusawarta, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Konsultan Sports Injury & Arthroskopi, Sport Medicine, Injury and Recovery Center RS Pondok Indah Bintaro Jaya pada kesempatan yang sama.
Penanganan cedera tulang dengan beragam teknologi hadir di layanan sport medicine, injury and recovert center (SMIRC) RS Pondok Indah Bintaro Jaya. Pasien juga akan didampingi oleh sport physiotherapist, tim dokter yang berpengalaman, personalisasi program recovery, dukungan peralatan exercise yang canggi, dan fasilitas penunjang yang komprehensif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam