Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Berhenti Makan Gula Bikin Pusing dan Mudah Marah? Ini Cara Meredakan Gejalanya
Mengapa Sulawesi Dikenal dengan Nama Celebes? Begini Asal-usul Nama yang Dipakai Bangsa Eropa
Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Bagi kita yang menjalankan puasa, pasti menunggu-nunggu waktu berbuka puasa. Setelah seharian penuh berpuasa, kita bisa makan dan minum saat berbuka. Lapar dan haus pun terobati oleh sajian lezat yang menghampar di meja makan.
Namun jangan kalap. Makan dan minumlah sekadarnya. Apalagi bagi pengidap diabetes, sebaiknya lebih berhati-hati saat berbuka puasa. Sebab, terlalu banyak menyantap makanan saat berbuka berisiko menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Meski tidak berdampak langsung, diabetes bisa memicu sejumlah komplikasi pada sejumlah organ tubuh, misalnya ginjal, jantung, dan pembuluh darah, pada kemudian hari.
" Diabetes itu sifatnya progresif karena akan terus berjalan. Tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol," kata Sidartawan Soegondo, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Pakar Diabetes.
Air putih dan kurma menjadi sajian paling baik untuk berbuka puasa. Air putih akan mengirim sinyal ke tubuh untuk menerima asupan makanan setelah seharian puasa. Sementara, kurma meningkatkan gula darah secara bertahap.
Makanlah kurma dalam jumlah kecil dan ganjil sebagaimana sunah Rasulullah. Tidak ada pantangan khusus bagi penderita diabetes, namun pastikan membatasi jumlahnya.
" Enggak ada yang tidak boleh, semua boleh. Tapi tentu jumlahnya tidak boleh bebas. Untuk teh dan kopi cukup satu sendok teh gula. Jika sebagai bumbu misalnya kecap, enggak masalah karena makanannya dimakan bersama-sama, artinya bukan meminum kecap secara langsung," tutur Soegondo.
Menurut Soegondo, pilih makanan berjenis karbohidrat sederhana yang mudah dicerna oleh perut yang masih kosong, misalnya buah, biskuit, olahan gandum, seta madu.
Selain itu, jangan lupa teratur memeriksa kadar gula darah. Gula darah normal berkisar antara 7-140 mg/dL. Obat pengontrol gula darah dalam bentuk oral atau insulin juga tetap diperlukan di bulan puasa, meski harus disesuaikan dosisnya oleh dokter.
Advertisement
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan


Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis