Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Dream – Saat ini, jika dalam keadaan normal, Sakura Furusato Square di Kota Sakura, akan ramai didatangi oleh wisatawan. Mereka hendak mengikuti Festival Tahunan Sakura Tulip Festa.
Festival bunga ini menampilkan ribuan bunga tulip yang sedang bermekaran. Terbentang dengan berbagai warna mempesona.
Ditambah kincir angin ikonik yang dibangun untuk menandai 400 tahun persahabatan antara Jepang dan Belanda.
Tetapi, festival bunga tahunan ini nampaknya harus dibatalkan. Karena keadaan darurat akibat pandemi Covid-19. Yang terpenting adalah untuk mencegah penyebaran dari virus tersebut.
Tetapi, pembatalan festival Sakura Tulip Festa, tidak membuat orang-orang berhenti berdatangan. Sehingga, keputusan berat pun harus diambil oleh asosiasi pariwisata kota Prefektur Chiba.
© Dream
Menurut Sakura City, 400 orang terlihat memenuhi halaman tempat diadakannya festival tulip. Akibatnya, pada 11 April, Perdana Menteri Shinzo Abe menyatakan keadaan darurat untuk Prefektur Chiba.
Hal tersebut berimbas pada ditutupnya lokasi festival. Tetapi, hal tersebut tak juga membuat orang-orang berhenti berdatangan.
Akhirnya pada 14-15 April, asosiasi pariwisata kota mengambil keputusan yang berat. Mereka terpaksa memotong sekitar 800 ribu batang bunga tulip dari 100 varietas yang berbeda.
Asosiasi pariwisata kota sangat menyesalkan keputusan tersebut. Tetapi hal itu harus dilakukan untuk menghentikan kunjungan para wisatawan.
??????
???????????????????????????????????????????????????100????80??????????????????
????????????????????????????????????????????????????????? pic.twitter.com/j1Fpuaagzc— ????(????) (@YokohamaNoHito)April 19, 2020
Warga pun mendukung keputusan tersebut. Meski mereka juga mengaku sedih, terutama para petani yang bertugas menghancurkan ladang bunga tulip tersebut.
(Sumber: soranews24.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya