6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bali (Foto: Indonesia.travel)
Dream - Hanya satu bulan berselang setelah kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan 1.500 delegasi Kerajaan Saudi, 3-12 Maret lalu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya langsung bergerak. Mendorong selling dengan mempromosikan konsep " napak tilas" , meniti tempat-tempat favorit raja dan pangeran-pangerannya selama berwisata ke Pulau Dewata Bali. Konsep destinasi wisata napak tilas ini dinamakan 'King Salman Route'.
Bersama KJRI Jeddah, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Famtrip. Yang diundang adalah enam jurnalis dan selebriti media sosial asal Arab Saudi yang punya followers dengan engagement yang tinggi. Mereka diajak mengikuti jejak perjalanan Raja Salman saat berkunjung ke Indonesia.
Solid! Speed! Smart! Itulah gaya kepemimpinan Arief Yahya yang cekatan menangkap mimpi besar Presiden Joko Widodo. Dia ingin cepat-cepat menjual paket perjalanan wisata King Salman Routes. Seluruh destinasi yang sempat dikunjungi 'Pelayan Dua Kota Suci' itu kembali dieksplor.
Diperkenalkan kepada jurnalis dan selebriti sosmed Saudi selama 10 hari. " Ibarat minum kopi hitam, seduhlah selagi masih hangat. Karena nikmatnya justru pada saat hangat-hangat panas," ucap Menpar Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 10 April 2017.
Selama 10 hari, jurnalis dan selebriti sosmed asal Saudi diajak mengeksplor keragaman budaya, kekayaan kuliner dan keindahan alam Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya dan Malang. Semua diajak ikut merasakan sensasi hujan yang ikut menyambut kedatangan Raja Salman ke Indonesia. Dan semua itu sudah mulai start sejak 1 April 2017 lalu.
Soal ini, Menpar Arief Yahya tak berjalan sendirian. KJRI Jeddah ada di barisan yang sama dengan sang menteri. " Ada pepatah mengatakan tempalah besi selagi panas, ini momentum yang tepat untuk menghadirkan mereka ke Indonesia," kata Konsul Jenderal Republik Indonesia, Mohammad Hery Saripudin.
Spirit Indonesia Incorporated betul-betul meluas dan mengilhami banyak pihak. Dari paparannya, kebanyakan orang Saudi sekarang sudah kenal Indonesia. Kunjungan Raja Salman ke Indonesia, 3-12 Maret 2017, menurutnya, membuka banyak mata dan membangun citra positif di Timur Tengah. " Banyak yang penasaran. Kebetulan kedatangan Raja Salman menjadi trending topic di dunia maya. Ini akan kami manfaatkan untuk memperkenalkan dan menjual paket wisata King Salman Routes kepada masyarakat Arab Saudi," ucapnya.
Respon peserta famtrip pun positif. Jurnalis TV Al-Ekhbariah, Sagr Khaled Al Maliki mengatakan, masyarakat Saudi tersentuh oleh besarnya sambutan rakyat Indonesia atas kedatangan Raja Salman. " Ini melahirkan rasa penasaran yang tinggi untuk mengenal lebih baik tentang Indonesia," ujarnya.
Bagi dia, foto Presiden Jokowi saat memayungi Raja Salman di Istana Bogor, sangat humanis. Menyentuh emosional masyarakat Arab Saudi. Ini kemudian menjadi trending topic. Bahkan banyak orang Saudi yang menggunakannya sebagai profile picture laman Facebook mereka. " Saya ingin merasakan langsung seperti apa apresiasi, rasa hormat dan keramahan yang ditunjukkan Indonesia kepada raja kami," ungkapnya.
Manar Saheen, selebriti media sosial juga tak mau ketinggalan. Figur yang memiliki lebih dari dua juta pengikut di Twitter itu mengatakan, dia tanpa banyak pikir membatalkan undangan kunjungan ke Cape Town di Afrika Selatan, begitu ada tawaran ke Indonesia pada waktu yang bersamaan. " Ini peluang langka. Akan saya ceritakan semua pengalaman fanstastis di sosial media," pungkas Manar Saheen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
