Kagum Ayat Al Quran Pria China ini Jadi Kaligrafer Islam

Reporter : Kusmiyati
Minggu, 17 Agustus 2014 17:03
Kagum Ayat Al Quran Pria China ini Jadi Kaligrafer Islam
Nama Abu Bakar Chang di tanah air mungkin masih asing di telinga, namun kepiawaiannya menggoreskan tinta di lembaran kertas sudah tidak diragukan.

Dream - Nama Abu Bakar Chang di tanah air mungkin masih asing di telinga, namun kepiawaiannya menggoreskan tinta di lembaran kertas berukuran besar sudah tidak diragukan lagi.

Pria asal kota Yinchuan, China ini mengawali karirnya sebagai seniman kaligrafer sejak 2008 lalu. Karya-karya kaligrafi Islam Tiongkoknya pun sudah masuk jajaran kaligrafer ternama di negaranya.

Ketertarikannya menjadi kaligrafer saat dirinya bertemu dengan ahli  kaligrafi bernama Chen. " Saat dia di mesjid sekitar tahun 1999 dia (Abu Bakar) bertemu dengan Chen dari provinsi Gansu bangsa Dongxiang bahasa Arab. Kemudian dirinya tertarik untuk menuliskan ayat Alquran dengan indah di atas sebuah kertas atau kanvas," ujar Juru Bicara Abu Bakar, Roy Wang, kemarin.

Abu Bakar pun terus berinovasi dengan karya-karyanya, bila sebelumnya hanya menuliskan ayat Alquran kini dirinya mengajak seniman lainnya untuk berkolaborasi.

" Biasanya hanya menuliskan ayat Al Quran dengan tinta hitam di atas kertas dengan menggunakan kayu khusus kaligrafi (hangdam) kemudian kini dia berinovasi merangkai ayat Al Quran menjadi lukisan indah berbentuk misalnya vas yang ditambahkan hiasan bunga cantik," ujar Roy.

Hasil karya Abu Bakar banyak mendapatkan penghargaan dari pemerintah ataupun lembaga kesenian di China. Mei 2008 misalnya, pria yang lahir dari keluarga China Islam ini mendapatkan penghargaan dari wakil ketua Ningxia 'kaligrafi bahasa Arab' yang bekerja sama untuk kesejahteraan umum dan pembangunan daerah otonom.

Tahun ini Abu Bakar unjuk gigi di Indonesia tepatnya mengisi galeri kaligrafi islam di Sulaiman Resto, Jalan Batu Ceper Raya No. 73, Jakarta. Abu Bakar begitu antusias ketika mendapatkan undangan memperlihatkan sekitar 50 karyanya di resto yang terkenal dengan makanan khas China itu.

" Dia tertarik sekali karena Indonesia negaranya mayoritas masyarakat beragama Islam sehingga dia ingin sekali memperkenalkan kaligrafi Islam Tiongkok," ujar Roy.

Abu Bakar berharap karyanya mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia. " Semoga semuanya suka dengan karya saya dan semakin mencintai ayat-ayat suci al Quran dan yang ingin belajar kaligrafi kuncinya hanya belajar, belajar dan belajar," ungkapnya dengan mata berbinar-binar.

Untuk yang ingin melihat keindahan kaligrafi Islam Tiongkok dari seniman-seniman ternama bisa datang langsung ke galeri Sulaiman Resto yang terbuka untuk umum.

Beri Komentar