6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi
Dream - Twitter mencatat total pengguna aktif di seluruh dunia tahun ini mengalami peningkatan mencapai 271 juta pengguna aktif perbulan. Dalam dokumen yang diserahkan kepada US Securities and Exchange Commision (SEC) atau otoritas bursa saham Amerika Serikat, Twitter juga mengungkap sekitar 8,5 persen pengguna bukan manusia.
Hingga akhir Juni 2014 jumlah pengguna Twitter dari kalangan non-manusia atau bot setara dengan 23 juta. Akun-akun itu dioperasikan secara otomatis menggunakan pihak ketiga dan tidak menlibatkan manusia saat mengirimkan 'kicauan'.
" Kami juga sudah menemukan cara mengungkap mana pengguna yang menggunakan aplikasi pihak ketiga, agar bisa secara otomatis dan teratur men-tweet tanpa perlu ada keterlibat pengguna," papar pihak Twitter di dalam laporan yang diserahkan pada SEC seperti dilansir Quartz.
Dalam laporan yang sama, situs microblogging ini juga menyampaikan sekitar 11 persen pengguna aktif mengakses Twitter dari aplikasi pihak ketiga. Seperti Tweetdeck, Ubersocial, dan Tweetcaster. Meskipun terasa mengganggu, namun kehadiran bot sebagai pengguna Twitter bukan sebuah akun penyebar spam.
Bot dapat berguna, bahkan sesekali dibutuhkan, oleh pengguna Twitter. Bedanya jika sudah satu kali digunakan, bot tidak lagi memerlukan manusia sebagai operator, bahkan dapat berguna bagi pengiklan yang berupaya menjangkau pelanggan potensial.
Laporan yang diserahkan ke pihak SEC nantinya akan menjadi bahan rembukan pihak pemerintah dan pemegang saham Twitter. Pihak-pihak yang berkepentingan nantinya akan menjadikan laporan ini sebagai tolak ukur performa Twitter setelah melantai di lantai bursa pada November 2013 lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
