JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
(Foto: Holly Howard / SWNS)
Dream - Kakek dan nenek memang hobi sekali memanjakan cucu-cucunya. Mereka bakal melakukan apapun untuk melihat cucu tercinta senang.
Seperti yang dilakukan pasangan Ruby dan Dave Dunlop, di Kanada. Suami istri ini membangun secara khusus rumah main bertema Harry Potter di halaman belakang rumah.
Bukan sekadar area bermain yang kecil tapi rumah main luas untuk cucunya. Sang cucu yang bernama Logan masih berusia 2 tahun.
© Dream
Rumah main ini dari luar tampak seperti istana Harry Potter. Beberapa detail bertema asrama Hufflepuff atau Gryffindor ada di beberapa sudut. Terdapat jembatan kayu, ayunan dan seluncuran.

(foto: Tyson Leavitt / SWNS)
Di lantai dua, ada juga tempat tidur yang bertema asrama Harry Potter. Tak ketinggalan platform 9¾, Hogwarts, toko Ollivander, serta sebuah lemari di bawah tangga dan bagian Privet Drive.
© Dream
Ada juga sejumlah sentuhan 'magis' yang tersebar di rumah main tersebut. Termasuk bantal surat Hogwarts, sapu terbang, basilisk mainan, bola salju Hogwarts, koper bergaya Fantastic Beast, dan potret Harry, Ron, Hermione, serta Albus Dumbledore.

(Foto: Tyson Leavitt / SWNS)
Semuanya membutuhkan waktu enam minggu untuk merancang dan membangunnya. Rumah main tersebut dibuat oleh Charmed Playhouses.
© Dream
Dave mengungkap kalau putrinya sangat menyukai Harry Potter. Begitu juga sang cucu. Ia ingin membuat tempat yang sangat disukai keduanya. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat rumah bermain bertema Harry Potter.

(Foto: Holly Howard / SWNS)
" Akan sangat seru jika Loga memiliki tempat main khusus saat datang ke rumah Pa dan Gram-nya. Ia suka sekali minum teh di rumah tersebut. Duduk di kursi kecil seperti penyihir yang menggemaskan," kata Dave.
Sumber: Mirror
© Dream
Dream - Anak-anak balita saat ini sudah sangat andal mengoperasikan gadget. Hal yang sangat disukai anak dari gadget biasanya karena bisa main games atau menonton YouTube.
Kondisi tersebut kerap membuat orangtua khawatir. Seperti yang dialami Zhang, seorang ayah asal provinsi Henan, China. Ia memiliki seorang putri yang masih berusia 5 tahun dan suka sekali bermain berbagai games di ponsel.
Tak mau sang putri terlalu sering bermain gadget, ayah ini lalu menemukan cara yang sangat kreatif. Ia mengolah kardus bekas menjadi permainan yang bisa dimainkan.
Berbagai permainan yang ada gadget, dibuat Zhang menggunakan kardus. Tangannya sangat piawai memotong dan menyusun kardus sehingga membentuk permainan. Zhang menggunakan material berharga terjangkau untuk membuat mainan.

Seperti kardus, lem, stik kayu serta pewarna. Mainan yang diciptakannya dari kardus antara lain, Tetris dan Maze yang kemudian viral di media sosial. Melihat banyak mainan menarik yang dibuat oleh Zhang, sang putri tentu saja kegirangan.
© Dream
Dikutip dari South China Morning Post, Zhang mengungkap kalau putrinya jadi inspirasi utama dalam membuat mainan kardus. Seringkali mainan-mainan yang dibuatnya merupakan permintaan buah hatinya.
Dengan senang hati Zhang membuatnya. Sejak banyak mainan kardus di rumah, sang putri tak lagi sering bermain gadget. Zhang bahkan mengungkap kalau putrinya jadi belajar berkonsentrasi untuk memahami konsep mainan yang dibuatnya.

Kini, Zhang mempertimbangkan untuk membuat mainan dari kardus secara komersil dan menjualnya. " Awalnya memang untuk putriku, tapi aku ingin menjadikannya karier dan memperbaikinya. Mainan ini membuat orangtua dan anak lebih banyak menghabiskan waktu bersama, dibandingkan jika bermain gadget masing-masing," ungkapnya.
Sumber: South China Morning Post
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
