7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Negara yang kita tinggali memiliki kekayaan alam yang sangat beragam dan indah. Perlu peran para masyarakatnya untuk melestarikan segala bentuk kekayaan alam dan budaya yang tersebar di seluruh Indonesia.
Tak cuma itu saja, peran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) Rep juga turut andil dalam melambungkan nama pariwisata Tanah Air.
Melihat hal itu, Kemenparekraf RI kembali menggelar pelatihan untuk pengembangan penyelenggaraan kegiatan pariwisata di Ende, Nusa Tenggara Timur, pada 7-8 Juni kemarin.
Langkah ini jadi salah satu cara Kemenparekraf untuk mewujudkan SDM (Sumber Daya Manusia) Pariwisata yang unggul dan bersaing di Ende.
Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang merupakan pelaku aktif penyelenggaraan event olahraga, seni budaya, keagamaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Untuk memberikan pelatihan yang bisa diterima banyak orang, Kemenparekraf RI memilih Founder Ego Global Asia, Harry Dwi Nugraha, dan CEO Detail Events, Debora Sharon, selaku narasumber.
© Ilustrasi/ Shutterstock
Adanya pelatihan seperti ini diharapkan akan memberikan dampak pada meningkatnya wawasan dan pengetahuan para peserta, untuk membuat kegiatan pariwisata yang berkualitas.
“ Menjadi lebih unggul berarti peserta harus memiliki kredibilitas, dan profesional berarti harus taat pada proses bisnis serta paham hal-hal yang detail terkait pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh, di Hotel Flores Mandiri, Rabu, 8 Juni 2022.
Frans berharap pelatihan penyelenggaraan acara pariwisata di Ende ini dapat berdampak positif untuk memajukan pariwisata khususnya industri event.
Serta melalui SDM yang unggul ini, diharapkan mampu membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
Ende dikenal dengan obyek wisata alam Taman Nasional Kelimutu dengan segudang pesona wisata alam, sejarah serta budaya.
Ada situs sejarah Bung Karno, bangunan rumah adat, seremonial adat, serta beberapa potensi wisata alam dan budaya lainnya.
Dengan adanya hal tersebut, Kabupaten Ende sangat potensial melahirkan event-event daerah maupun nasional yang menarik.
Kemenparekraf bersama pemerintah daerah ingin menjadikan potensi tersebut sebagai wisata unggulan di Ende.
Oleh karenanya, dalam mendukung penyelenggaraan event pariwisata yang berkualitas, diperlukan SDM pariwisata yang unggul dan berdaya saing.
Kemenparekraf sendiri memiliki program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022 yang merupakan wadah kumpulan event berkualitas dari seluruh Indonesia.
Program tersebut diharapkan membawa dampak positif terhadap ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan dengan prinsip berkelanjutan serta bertujuan untuk mempromosikan destinasi pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan memberdayakan potensi lokal.
Sumber: Kemenparekraf.go.id
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?