Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anak Balita
Dream - Bagi para orangtua, hasrat untuk memberi stimulasi pada anak di usia dini begitu besar. Hal ini tentunya bukan tanpa alasan, karena anak di usia 0 hingga 6 tahun sering diistilahkan sebagai periode emas anak.
Beberapa penelitian di bidang neurologi membuktikan, 50% kecerdasan anak terbentuk dalam kurun waktu 4 tahun pertama. Setelah anak berusia 8 tahun perkembangan otaknya mencapai 80% dan akhirnya 100% di usia 18 tahun.
Agar stimulasi efektif tentunya perlu disesuaikan dengan usia anak. Jika saat ini anak Anda masih di bawah 6 tahun, kenali secara dalam karakteristiknya. Lalu cari stimulasi dan respons yang pas untuknya agar perkembangan otaknya jadi maksimal. Berikut lima karakteristik khas anak-anak di periode emas.
1. Egosentris
Anak cenderung melihat dan memahami dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Ia akan sulit berbagi mainan dan makanan dan bisa mengamuk ketika keinginannya tak terpenuhi. Biasanya, untuk menyiasatinya dengan cara mendistraksi dan mengalihkannya ke permainan lain.
2. Rasa ingin tahu yang besar
Anak selalu ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya. Berbagai benda dipegang, ingin berjalan ke mana pun, membongkar pasang. Hal itu bagian dari proses belajarnya. Untuk itu, manfaatkan semaksimal mungkin benda-benda di rumah sebagai mainannya. Tak masalah jika tak membahayakannya karena itu untuk memenuhi rasa ingin tahunya.
3. Makhluk sosial
Sejak dini ajak anak untuk banyak bertemu dengan banyak orang. Mereka merupakan makhluk sosial yang perlu berinteraksi untuk membentuk konsep dirinya.
4. Unik
Masing-masing anak memiliki bakat, minat dan gaya belajar yang khas. Keunikan ini berasal dari faktor genetik dan pengaruh lingkungannya.
5. Imajinasi
Daya imajinasi anak sunggguh luar biasa. Mereka bisa menjadikan apapun sebagai mainannya, bahkan mengarang cerita seru sendiri. Anda bisa bermain peran, menceritakan dongeng atau membuat berbagai gambar sambil bercerita untuk merangsang imajinasinya.
Sumber: Jurnal Program Nutritalk
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
