Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Mata Air Zubaidah, Wadi Nu'man (Sumber: Historia.id)
Dream - Di Arab Saudi, tepatnya di Wadi Nu'man, Mekah, terdapat sebuah peninggalan bersejarah berupa mata air yang bernama mata air Zubaidah.
Bukan sembarang mata air, mata air Zubaidah menyimpan kisah menarik seputar sejarah perkembangan ibadah haji di Mekah. Dahulu, mata air Zubaidah merupakan tempat yang sangat bermanfaat bagi penduduk Mekah dan jemaah haji yang datang ke sana.
Dikisahkan, mata air ini dibangun pada masa Abbasiyah oleh istri Khalifah Harun Al-Rasyid yang bernama Zubaidah. Kala itu, Zubaidah melakukan perjalanan haji dari Baghdad menuju Mekah.
Tiba di Mekah, ia mendapati kota itu sedang mengalami krisis kekurangan air untuk minum para jemaah haji. Air sulit dicari dan harganya pun tak bisa dijangkau oleh para jemaah haji yang sedang membutuhkan minum.
Melihat kondisi itu, muncul inisiatif baik dari Zubaidah untuk membuat proyek besar yakni membangun saluran air yang sumbernya diambil dari Wadi Nu'man (Lembah Nu'man) yang kemudian dialirkan ke tempat-tempat jemaah haji di Mekah, Arafat, Mina dan Muzdalifah.
Pada masa itu belum ada listrik atau alat yang bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit air. Namun Zubaidah tak kehabisan akal, ia memanfaatkan tenaga kuda untuk menarik air dari Wadi Nu'man lalu dialirkan ke saluran di mana jemaah haji berada.
Kecemerlangan ide Zubaidah membuat mata air ini dianggap sebagai salah satu 'keajaiban' yang pernah ada dalam sejarah Islam. Karena jasanya yang besar dalam membantu para jemaah haji, nama Zubaidah pun diabadikan sebagai nama mata air tersebut.
Sayangnya, lama-kelamaan mata air ini mulai jarang digunakan karena tergantikan dengan mata air-mata air lain yang ditemukan di Mekah.
Meskipun begitu, pemerintah Arab Saudi tetap mempertahankan keberadaan mata air yang berusia lebih dari 12 abad itu hingga sekarang.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
