Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Instagram @charleshammertoninspire
Dream - Jika diberi kesempatan berkeliling dunia, banyak orang memilih pergi bersama pasangan atau keluarga. Tetapi, pria ini justru berlibur bersama hewan peliharaannya.
Charlie Hammerton, seorang pria Inggris mulai melancong ketika berusia 25 tahun. Ia mengajak Bandit, musang peliharaannya, menghabiskan waktu berkeliling dunia.
Sepintas, tidak ada yang aneh dengan pria ini. Tetapi, ternyata sda alasan pilu di balik keputusan Charlie mengajak Bandit keliling dunia.
Ibu kandung Charlie, ibu angkat serta sahabatnya meninggal dalam kurun waktu satu tahun. Menghadapi kesedihan, ia menjual seluruh benda berharga miliknya dan melancong bersama Bandit.
" Bandit adalah sahabatku. Merawat Bandit membuatku lepas dari keinginan bunuh diri. Saat kami berjalan dan mendaki gunung bersama, kami membentuk sebuah ikatan," ujar Charlie, dikutip dari Insider.

Foto: Instagram @charleshammertoninspire
Charlie dan Bandit telah mengunjungi berbagai negara. Di antaranya Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Norwegia, Swedia, Timur Tengah, Arktik hingga seluruh wilayah Amerika Serikat.
Keseruan mereka diabadikan Charlie lewat akun Facebook. " Banyak orang di seluruh dunia mencintai Bandit!" ucap Charlie.
Charlie menganggap perjalanan paling 'gila' yang pernah dia lakukan bersama Bandit yaitu saat mengunjungi Arctic. Sayangnya, ada satu tempat yang tak bisa ia lupakan, yakni Covet Garden di London.

Foto: Instagram @charleshammertoninspire
" Kami sangat kesulitan untuk bergerak. Ada banyak orang dengan kamera di mana-mana. Padahal aku hanya mengajak Bandit sebagai rekanku. Aku berjalan bersama seorang sahabat!" tuturnya.
Suatu hari usai menghabiskan satu pekan petualangan, Bandit pun mati. Charlie kini mengisi waktu dengan mengajar seputar kesehatan mental di berbagai sekolah Inggris dan meluncurkan buku berisi kisah petualangannya bersama Bandit, 'Before Our Adventures'.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya