Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream – Di saat wabah virus corona, ibu yang sedang hamil cenderung takut untuk memeriksakan kehamilannya. Padahal, pemeriksaan kehamilan tetap harus dilakukan meskipun dalam kondisi apapun.
Pemeriksaan kehamilan memang berbeda dari biasanya. Ada sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti demi keselamatan ibu dan janin.
Meskipun tidak sesering biasanya, ibu hamil tetap harus memeriksakan kandungannya. Sejumlah pelayanan medis telah melakukan penyesuaian terhadap jadwal pmeriksaan kehamilan saat wabah virus corona.
Penyesuaian jadwal pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk mengurangi jumlah kunjungan ibu hamil ke klinik. Ini karena risiko penularan virus corona di klinik atau rumah sakit terbilang cukup tinggi. Namun ada panduan yang bisa diikuti para ibu hamil. Mari kita simak.
© Ilustrasi (Foto: pixabay.com)
Sebagai upaya pelayanan terhadap ibu hamil saat pandemic virus corona, pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan secara online dengan dokter maupun bidan. Melalui jalur online, pemeriksaan kehamilan tetap bisa dilakukan untuk memantau tumbuh kembang janin.
Melansir dari SehatQ, ibu hamil juga perlu berkonsultasi dahulu dengan dokter kandungan mengenai jadwal pemeriksaan kehamilan. Jika ibu hamil dan janinnya dalam keadaan baik-baik saja, dokter mungkin menyarankan konsultasi kehamilan secara online.
Ibu hamil juga perlu menunda pemeriksaan kehamilan ke rumah sakit apabila memiliki gejala Covid-19 ataupun ada anggota keluarga yang mengalami gejala Covid-19. Meski penularan virus corona dari ibu ke janin dalam kandungan belum dibuktikan, akan tetapi ibu hamil tetap berisiko tertular virus dari dokter atau perawat di rumah sakit.
Apalagi jika berada dalam usia kehamilan trimester akhir, seorang ibu hamil akan mengalami perubahan fisiologis dan imunologis. Hal ini menyebabkan ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi virus corona.
© shutterstock.com
Meski diimbau untuk tetap di rumah saja, ibu hamil juga tetap perlu melakukan pemeriksaan secara rutin untuk melihat kesehatan ibu dan janin. Berikut ini Dream akan membahas jadwal pemeriksaan kehamilan yang disaranka selama wabah virus corona.
Usia Kehamilan Trimester Pertama
Selama usia ini, ibu hamil cukup menjalani satu kali pemeriksaan kehamilan, yakni saat usia kandungan memasuki 11-13 minggu. Dalam kunjungan ini dokter akan melakukan pemeriksaan USG dan laboratorium untuk mendeteksi kelainan yang mungkin dialami oleh ibu dan janin.
Jika usia belum ada 11 minggu, maka cukup berkonsultasi secara online dengan dokter kandungan. Namun jika seorang ibu hamil memiliki faktor risiko kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan, sebaiknya tetap melakukan kunjungan langsung ke dokter. Sebab perlu dilakukan tindakan medis untuk mengatasinya.
Usia Kehamilan Trimester Kedua
Pada usia ini, ibu perlu melakukan kunjungan ke dokter untuk USG, tepatnya saat usia kehamilan 20 minggu. Pemeriksaan USG ini bertujuan memberikan informasi mengenai kondisi perkembangan organ tubuh bayi dalam kandungan.
© shutterstock.com
Ketika tiba pada usia ini, ibu perlu lebih sering berkunjung ke dokter karena sudah mendekati waktu persalinan. Jadwal pemeriksaannya adalah sebagai berikut: satu kali pada usia kehamilan 28 minggu, satu kali pada usia kehamilan 32 minggu, satu kali pada usia kehamilan 36 minggu, dan seminggu sekali sejak usia kehamilan 37 minggu hingga persalinan tiba.
Selain konsultasi tentang kesehatan, pada usia kehamilan trimester ketiga ini kamu juga perlu konsultasi tentang tempat melahirkan dan metode persalinan. Jika akan melahirkan saat pandemic virus corona, ajukan pertanyaan di bawah ini:
- Apakah saya berisiko tertular virus corona di rumah sakit? Apakah ada pasien di rumah sakit yang terinfeksi virus ini?
- Bagaimana rumah sakit memisahkan pasien virus corona dengan pasien lain yang tidak memiliki virus tersebut?
- Apakah ada cukup pakaian pelindung untuk tim medis?
- Apakah saya diizinkan didampingi oleh anggota keluarga selama proses persalinan? Jika tidak, apa alasannya?
- Apakah saya diizinkan untuk menjaga bayi setelah lahir? Jika tidak, mengapa?
- Apakah saya dapat menyusui bayi saya? Jika tidak, mengapa?
- Apakah saya diizinkan untuk melahirkan secara normal atau apakah dokter memberikan operasi caesar lebih awal? Jika demikian, mengapa?
© Ilustrasi (Foto: pixabay.com)
Kapan harus segera memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan? Yaitu jika kamu mengalami gejala-gejala di bawah ini:
© Ilustrasi (foto: pixabay.com)
Jika harus melakukan pemeriksaan kehamilan secara langsung selama wabah virus corona, pastikan lakukan beberapa cara untuk melindungi diri agar ibu hamil tidak terinfeksi virus corona saat periksa kehamilan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya