Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Hajjumrahplanner.com)
Dream - Permasalahan yang sering dihadapi jamaah ketika sampai di bandara Arab Saudi dalam sebuah penerbangan umroh adalah kehilangan bagasi. Kehilangan ini tentu saja baru bisa diketahui ketika jamaah sudah sampai di tempat pengambilan bagasi setelah menunggu sekian lama di bagian pemeriksaan imigrasi. Baik di Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah.
Apabila dalam penerbangan domestik maupun penerbangan internasional, kita dapat menuju ke bagian lost and found langsung, namun tidak demikian halnya dengan penerbangan umroh. Untuk melaporkan kasus ini langsung ke bagian lost and found seketika, tentu sangat tidak mungkin.
Selain ada kendala bahasa, jumlah jamaah yang sangat membludak tidak memungkinkan dilakukannya pengurusan saat itu juga. Maka, yang harus dilakukan jamaah adalah melaporkannya kepada pendamping rombongan umroh.
Dalam hal ini, petugas dari travel umroh yang sekaligus berperan sebagai ketua rombongan harus segera melaporkan ke pihak maskapai penerbangan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Madinah. Setelah pihak maskapai mengecek kebenaran laporan tersebut, si pelapor akan mendapatkan surat bukti pelaporan.
Pihak maskapai berkewajiban menelusuri dimana hilang atau tercecernya bagasi penerbangan umroh tersebut. Bila tidak ditemukan di Bandara King Abdul Aziz, pihak maskapai tentu harus menelusuri asal penerbangan, nomor kode penerbangan, kode booking, tanggal terbang dan landing, dan informasi lainnya. Biasanya data-data tersebut terdapat di tag atau tanda bagasi yang dipegang oleh pemimpin rombongan.
Dalam hal ini, yang perlu diingat oleh jamaah yang mengalami kehilangan dan juga oleh pihak travel adalah.....................selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya