JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi Gaya Dokter Berhijab (Foto: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream, setiap orang tentu ingin menikmati traveling dengan menyenangkan. Tidur nyaman, makan enak dan tak ada masalah kesehatan. Sayangnya, terkadang sembelit muncul dan merusak momen gembiramu.
Saat traveling, rutinitasmu pasti berubah. Begitu juga jadwal makan. Belum lagi jika traveling ke daerah atau negara yang makanannya tak cocok dengan pencernaan.
" Biasanya disebabkan karena makanan dan stres. Traveling juga dapat memicu perubahan pola diet dan BAB (Buang Air Besar), rasa letih jet lag yang dapat menyebabkan perubahan gerakan usus sehingga mudah menyebabkan sembelit. Sebagai akibatnya, akan menimbulkan rasa tidak tuntas pada saat BAB," ungkap dr. Riana Nirmala Wijaya, dari Sanofi Medical, beberapa waktu lalu.
Sembelit terjadi ketika saluran pencernaan tidak dapat berfungsi dengan normal. Juga bisa terjadi apabila seorang hanya buang air besar kurang dari tiga kali dalam sepekan.
Rasa mulas dan tak nyaman tentu membuat aktivitas jadi terganggu. Untuk itu, harus segera diatasi.
" Jika dibiarkan masalah sembelit dapat mengakibatkan pendarahan pada anus bahkan bisa menyebabkan luka pada anus dan sumbatan pada usus," ungkap dr Riana.
Ia pun menyarankan untuk memperbanyak konsumsi buah, sayur dan minum air selama traveling. Jangan menunda buang air besar. Begitu perut merasa mulas, segeralah ke kamar kecil.
Hindari stres dan perbanyak aktivitas fisik. Bisa juga mengonsumsi obat pencahar jika perut terasa penuh dan keras.
(ism, Laporan: Ava Haprin)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
