Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
(Foto: Istimewa)
Dream - Kesehatan masih menjadi masalah pelik di negara berkembang, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Untuk itulah, Royal FrieslandCampina akan melakukan survei gizi bertajuk Studi Southeast Asia Nutrition Survey (SEANUTS) II.
Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia, sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia, Rini Sekartini, mengatakan, akan menggandeng berbagai lembaga kesehatan dan perguruan tinggi sebagai mitra.
Tim ini akan menyurvei lebih dari 18 ribu anak di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malyasia. Mereka akan mencari data pertumbuhuan anak, asupan makan, aktivitas fisik, dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun.
" Kami menyambut baik kerjasama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan temuan -temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di negara kita," ujar Rini dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 29 November 2018.
Dia menambahkan, pada SEANUTS pertama mengungkap bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi).
Rini menjelaskan, penelitian ini fokus pada kuantitas dan kualitas asupan protein pada anak, sehingga apabila itu dapat dilakukan maka proses tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan baik.
Menurut President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina, Roel van Neerbos, mayoritas anak-anak yang ada di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan kelebihan atau kekurangan gizi.
" Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka," kata Roel.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
