Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Sembelit atau susah buang air besar membuat perut terasa tak nyaman. Jika tak bisa buang air besar lebih dari tiga har, artinya ada yang salah dalam sistem pencernaan kita.
Sembelit perlu segera diatasi agar tidak memicu penyakit yang serius. Dikutip dari laman Mid Umich, pakar kesehatan pencernaan dari Cleveland Clinic, Amerika Serikat, Maged Rizk mengatakan masyarakat harus mulai mengubah gaya hidup sebelum memutuskan meminum obat pencahar atau pergi ke dokter.
Ini lima cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sembelit.
1. Banyak Minum Air Putih
Dehidrasi menjadi penyebab utama sembelit. Rizk mengatakan ketika cairan tercukupi, tubuh tak perlu menghemat air agar organ-organ tubuh bisa berfungsi dengan lancar.
Sebaiknya jika dehidrasi, usus akan menyerap air pada kotoran sehingga feses menjadi keras dan kering sehingga susah keluar. Solusinya adalh minum air minimal delapan gelas per hari. Angka ini perlu ditambah bila mempunyai aktivitas fisik yang panjang.
2. Banyak bergerak
Jika minum air putih tak bisa mengatasi sembelit, mungkin karena kita kurang bergerak. Olahraga atau gerakan fisik ikut menggoyangkan perut dan usus sehingga menghindari sembelit.
"Setiap kali berlari, getaran dalam tubuh akan membuat usus bergerak sehingga terciptalah gravitasi. ALhasil feses akan melaju," kata Rizk.

3. Banyak makan serat
Agar terhindar dari BAB, Rizk menyaranakan mengonsumsi serat hingga 50 gram sehari. Serat bisa didapatkan dari roti gandum utuh, buah-buahan dan sayuran. Minuman probiotik juga bisa menggantikan serat.
4. Posisi duduk saat di toilet
Ternyata posisi duduk mempengaruhi lancar atau tidaknya feses keluar. Duduk yang tepat saat buang air besar adalah mengarahkan tubuh ke depan.Taruh lengan di paha dan sedikit mengangkat tumit.
Posisi lain seperti mengarahkan badan ke depan dengan memegang pergelangan kaki. Teknik ini membuat efek gravitasi sehingga kotoran cepat keluar.
5. Perhatikan waktu BAB
Waktu terbaik untuk BAB adalah setengah jam atau satu jam setelah sarapan. Namun berbeda pada setiap orang. Beberapa orang justru efektih satu jam setelah makan siang.
BAB setelah makan menjadi waktu terbaik karena menggunakan refleks gastroholic. Refleks tersebut saat saluran usus sedang aktif atau adanya stimulasi gerak usus yang terjadi dengan makan. Usahakan makan dengan teratur pada jam yang sama agar BAB juga lebih teratur.
Sahabat Dream, kamu bisa mengonsumsi Larutan Penyegar Cap Badak bila perlu untuk mempermudahkan buang air besar. Cairan ini terbuat dari herbal berkhasiat sehingga tidak mempunyai efek samping.

Jadi kunci buang air besar adalah pemilihan minuman dan makanan yang tepat untuk dikonsumsi. Kini tak perlu lagi perut melilit karena sembelit.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya