Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Penjaja Makanan Kaki Lima (Shutterstock)
Dream - Beragamnya jenis makanan jalanan yang dijual di pinggir jalan negara-negara Asia telah menjadi magnet baru bagi turis mancanegara.
Selain murah, makanan jalanan di Asia juga memiliki rasa yang tak kalah dengan restoran bertarif mahal. Maka tidak heran apabila menjadi favorit para turis yang sedang melancong.
Namun tidak semua makanan jalanan diolah secara higienis oleh penjualnya, sehingga membuat sakit orang yang mengonsumsinya.
Hal itulah yang dialami oleh seorang pencinta kuliner Filipina saat mencoba makanan jalanan di negaranya.
© Dream
Seperti halnya warga Filipina lainnya, Henschel Ann Quinto sangat suka keliling kota untuk mencoba berbagai makanan jalanan yang tersedia.
Di Filipina, makanan jalanan selalu tersedia di mana-mana. Mulai bakso ikan, kwek-kwek, isaw, dan barbekyu, terdapat di setiap sudut kota.
Satu waktu, Henschel mengonsumsi makanan jalanan favoritnya. Namun saat pulang di rumah, dia menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya.
Saat buang air besar, kotorannya terlihat encer. Selain itu, bersama kotorannya itu, ada bercak darah di atasnya.
Namun Henschel mengabaikan kondisinya itu. Akan tetapi, gejala yang dialami Henschel semakin parah saja.
© Dream
Dia mulai mengalami diare disertai demam tinggi. Takut terjadi sesuatu yang buruk, dia pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisi perutnya.
Setelah diperiksa oleh dokter, Henschel didiagnosis dengan parasit Amoebiasis. Kata dokter, pencernaan Henschel telah tercemar tidak hanya oleh satu parasit Amoebiasis, tapi tiga parasit sekaligus.

Meskipun mengalami cobaan berat yang traumatis, Henschell akhirnya bisa pulih setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit.
Moral dari kisah ini adalah, meski suka sekali dengan makanan jalanan, kita tetap harus selektif dalam memilih makanan tersebut.
Jangan karena menuruti keinginan untuk menyantap berbagai macam makanan jalanan yang harganya murah, kita lupa untuk menjaga kesehatan. (eko)
(Sumber: viral4real.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang