Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lukisan Dinding Di Reruntuhan Rumah Mewah Pompeii (Lonely Planet)
Dream - Italia merupakan negara dengan jumlah situs warisan dunia UNESCO terbesar di dunia. Selain Menara Pisa, terdapat destiasi wisata terpopuler yaitu kota kuno Pompeii yang memiliki segudang temuan arkeologis.
Kota yang terletak di sekitar 23 km tenggara Napoli ini pernah terkubur lahar Gunung Vesuvius, meletus pada 79 Masehi. Akibat letusan tersebut, banyak jasad, benda maupun bangunan terkubur lahar.
Dikutip dari Lonely Planet, berbagai peninggalan peradaban Pompeii mulai ditemukan dan membuat publik takjub. Seperti salah satu temuan lukisan dinding tertua yang ditemukan di Pompeii, yang akhirnya mengalami restorasi dengan bantuan teknologi laser.
Proses restorasi tersebut membuat lukisan ini pulih seperti awal masa kejayaannya. Penuh warna dan elemen dekoratifnya terlihat dengan jelas.
Lukisan dinding tersebut ditemukan di belakang taman The House of the Ceii, rumah mewah milik Domus yang merupakan salah orang kaya Romawi kala itu. Lukisan tersebut diekskavasi antara tahun 1913 dan 1914.
Rumah itu merupakan contoh tempat tinggal kuno dari periode Samnite akhir (abad ke-2 SM). Lukisan dinding tersebut akhirnya memudar seiring waktu, dan saat di pulihkan kembali, terlihat pemandangan adegan berburu, yang menampilkan hewan liar.
Selain itu juga terdapat lukisan lain seperti gambar kuil, patung dan hewan-hewan di delta Sungai Nil, Mesir. Lukisan tersebut berfungsi untuk menciptakan ilusi serta dapat memberikan suasana yang indah serta kesan yang luas pada ruangan.
Kemungkinan besar subjek lukisan tersebut menunjukkan keterkaitan dan minat tertentu dari pemilik domus terhadap dunia Mesir dan pemujaan terhadap Isis. Lukisan tersebut diketahui milik seorang hakim pada abad itu yang bernama Lucius Ceius Secundus, berdasarkan prasasti yang ditemukan di bagian luar rumah.
Rumah bersejarah itu telah rusak selama berabad-abad, namun saat ini tata letak asli rumah itu di dekorasi ulang sebagian.
Laporan: Yuni Puspita Dewi
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya