Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wisata Langkawi (Shutterstock.com)
Dream - Malaysia berencana membuka kembali sektor pariwisata untuk pelancong mancanegara mulai Desember 2021. Kondisi ini dipicu mulai membaiknya pandemi di Negeri Jiran tersebut.
Ketika berbicara di hadapan Parlemen, Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia, Nancy Shukri, mengatakan Pemerintah ingin memantau lebih dulu perkembangan travel bubble yang diberlakukan di Langkawi sebelum membuka pariwisata. Travel bubble ini akan berjalan mulai 16 November 2021.
" Kalau kelihatannya bagus dan meskipun kami sudah menyatakan tiga bulan (pengamatan), saya rasa tidak sampai tiga bulan. Kemungkinan kita bisa membuka kembali lebih awal dari itu. Jadi kami berdoa semoga ini bisa terjadi dalam waktu dekat, setelah 16 November dan mungkin awal Desember," ujar Nancy.
Nancy juga menanggapi pertanyaan anggota parlemen mengenai kemungkinan pemberlakukan travel bubble untuk wilayah lain. Setelah melihat keberhasilan di Langkawi.
" Saat ini, karena perjalanan antarnegara diizinkan, tidak perlu lagi membuat gelembung perjalanan domestik," Nancy.
© Wisata Langkawi (Shutterstock.com)
Menurut Nancy, dalam kurun waktu antara 16 September-15 Oktober 2021, Langkawi telah menerima lebih dari 100 ribu pengunjung. Pulau resor itu pertama kali dibuka untuk wisatawan domestik dengan skema travel bubble percontohan mulai 16 September 2021.
Kebijakan tersebut berlaku beberapa bulan setelah larangan perjalanan antarnegara bagian diberlakukan untuk mengekang penyebaran infeksi Covid-19.
Pada 11 Oktober 2021, Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob mengumumkan dimulainya kembali perjalanan antarnegara bagian untuk individu yang divaksinasi Covid-19 lengkap. Keputusan ini diambil setelah 90 persen populasi orang dewasa Malaysia telah divaksinasi sepenuhnya.
Pada 22 Oktober 2021, Ismail mengumumkan Langkawi dibuka kembali untuk turis internasional yang divaksinasi. Pariwisata dibuka di bawah proyek percontohan travel bubble.
Sementara Senin, 25 Oktober 2021, dikutip Bernama, Nancy menyatakan travel bubble internasional Langkawi akan terbuka untuk wisatawan dari semua negara. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mengekang penyebaran pandemi Covid-19.
Berbagai protokol ini termasuk memastikan bahwa turis internasional akan menggunakan operator tur yang terdaftar di kementerian pariwisata untuk mengatur rencana perjalanan, dikutip dari Channel News Asia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya