Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Berbagai penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat yang mampu mengatasi Covid-19 yang disebabkan virus corona.
Baru-baru ini, para peneliti di Amerika Serikat melakukan penelitian terhadap bahan aktif yang terdapat pada obat maag.
Bahan aktif bernama Famotidine itu dipelajari untuk diujicoba sebagai obat Covid-19 oleh para peneliti di Northwell Health, New York.
Dr. Kevin Tracey dari Northwell Health mengatakan Famotidine terdiri dari dua bahan yaitu antasid dan antihistamin. Bahan aktif tersebut banyak ditemukan pada obat maag generik maupun yang bermerek.
Meski masih dalam tahap percobaan, berbagai merek obat maag yang mengandung Famotidine lenyap di pasaran karena diborong warga masyarakat.
Bukan hanya di apotek dan toko obat, beberapa toko online seperti Amazon dan Walgreens juga kehabisan persediaan obat maag yang mengandung Famotidine.
" Masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa Famotidine berguna dalam merawat pasien Covid-19," kata Tracey.
Jika memang ada manfaatnya, pasien Covid-19 harus mengonsumsi Famotidine dalam dosis yang sangat tinggi. Jauh melebihi dosis ketika mengobati maag biasa.
" Anda tidak seharusnya pergi membeli obat sakit maag di toko obat dan kemudian meminumnya begitu saja," tambah Tracey.
Majalah Science melaporkan pada hari Minggu bahwa para peneliti telah berusaha untuk menjaga kerahasiaan penelitian mereka, karena takut akan penyalahgunaannya.
" Jika kita membicarakan masalah ini terlalu dini atau kepada orang yang salah, persediaan obat maag akan hilang," kata Tracey.
Situasi yang melibatkan Famotidine saat ini tidak berbeda dengan yang terjadi pada awal tahun ini.
Saat itu, beberapa pemimpin dunia, seperti Presiden Donald Trump dan CEO Tesla Elon Musk, mengklaim bahwa obat malaria Hidroksiklorokuin disebut-sebut bisa mengobati Covid-19.
Padahal, masih belum ada data klinis yang bisa mendukung bahwa obat generik produksi tahun 1940-an ini bisa melawan COVID-19.
" Ketakutan, kekacauan, dan kepanikan adalah ancaman yang jauh lebih besar bagi kemanusiaan daripada virus itu sendiri," kata Michael Rea, CEO Rx Savings Solutions.
(Sah, Sumber: Business Insider)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan