Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Virus Corona Penyebab Covid-19. (Foto: Shutterstock)
Dream - Hasil autopsi terhadap kematian pertama pasien Covid-19 di Amerika Serikat memperlihatkan temuan yang sangat mengejutkan.
Menurut laporan, korban berusia 57 tahun ini meninggal karena jantungnya pecah akibat serangan virus corona.
Patricia Dowd dari San Jose, California, meninggal dunia di rumahnya pada tanggal 6 Februari 2020 lalu. Saat itu Patricia mengalami gejala mirip flu.
Belakangan, setelah dilakukan penyelidikan atas kematiannya, dokter menemukan bahwa Patricia terinfeksi virus corona.
Ini artinya, kematian pertama pasien Covid-19 sudah terjadi seminggu lebih awal dari yang diperkirakan selama ini.
Kematian Patricia awalnya dianggap sebagai akibat dari serangan jantung. Tetapi laporan autopsi menunjukkan bahwa virus corona telah menyebar ke otot jantungnya.
Infeksi virus tersebut menyebabkan katup di jantung Patricia pecah, The Mercury News melaporkan.
" Sistem kekebalan tubuhnya menyerang virus. Selama menyerang virus, sistem kekebalan tubuhnya juga merusak jantung hingga akhirnya pecah," jelas Dr. Judy Melinek, ahli patologi forensik yang tidak terlibat dengan kasus Patricia.
Menurut Melinek, kasus pecahnya jantung ini lebih sering terjadi pada orang dengan kadar kolesterol tinggi atau kelainan pada otot jantung.
Tetapi kasus yang dialami Patricia sangat tidak biasa, mengingat bahwa berat dan ukuran jantung wanita itu normal.
" Ada sesuatu yang misterius kenapa jantung yang normal bisa pecah. Jantung normal tidak mungkin pecah," kata Melinek kepada The San Francisco Chronicle.
Patricia dilaporkan dalam keadaan sehat dan berolahraga secara teratur sebelum dia jatuh sakit.
Penelitian di China sebelumnya menyebutkan adanya hubungan antara infeksi Covid-19 dan jantung.
Dalam penelitian itu satu atau dua lebih dari 5 pasien Covid-19 yang meninggal mengalami kerusakan jantung.
Sumber: Live Science
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun