Meneladani Mereka yang Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda

Reporter : Wuri Anggarini
Senin, 30 November 2020 14:29
Meneladani Mereka yang Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda
Faktanya, populasi muslim di Indonesia sangat besar sehingga mempengaruhi masa tunggu saat berencana pergi ke tanah suci.

Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu menjalaninya, sebagaimana tertuang dalam Rukun Islam. Syarat kemampuan yang menjadikan ibadah ini wajib didefinisikan oleh para ulama menjadi dua hal, yaitu mampu secara biaya dan mampu secara fisik, dalam arti lain memiliki kondisi yang sehat. Faktanya, populasi muslim di Indonesia sangat besar sehingga mempengaruhi masa tunggu saat berencana pergi ke tanah suci.

1 dari 4 halaman

Masa Tunggu Ibadah Haji Mencapai Puluhan Tahun

Meneladani Mereka yang Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda© Shutterstock

Tahukah kamu jika Indonesia merupakan negara dengan jemaah haji terbesar di dunia? Ya, Indonesia memegang peringkat pertama pada daftar 10 negara pengirim haji terbanyak setiap tahunnya dengan rata-rata masa tinggal di tanah suci selama 41 hari. Menjadi salah satu negara mayoritas penduduk muslim, jumlah pendaftar haji selalu bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH, 75% pendaftar haji adalah kelompok usia di atas 40 tahun. Padahal dengan jumlah pendaftar yang fantastis, masa tunggu ibadah haji rata-rata bisa mencapai 20 tahun. Bahkan, di Sulawesi Selatan bisa menginjak 35 tahun.

Bayangkan jika kamu mendaftar haji di usia 40 tahun, maka rata-rata baru bisa menginjak tanah suci di usia 60 hingga 75 tahun. Usia tersebut merupakan kelompok faktor RisTi alias Risiko Tinggi dalam segi kondisi fisik dan kesehatan. Menurut data Jamaah Haji 2019 dari Ditjen PHU Kemenag RI, sebanyak 63% jamaah berada dalam faktor RisTi. Padahal, salah satu syarat menjalankan ibadah ke tanah suci adalah sehat secara jasmani dan rohani.

2 dari 4 halaman

Nikmatnya Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda

Perjalanan ke tanah suci adalah tantangan tersendiri. Cuaca yang ekstrem, rangkaian ibadah yang harus dijalani, dan banyaknya orang yang berkunjung ke tanah suci membuat jamaah membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan prima. Inilah pentingnya mulai merencanakan menjalani ibadah haji sejak usia muda, seperti yang sukses dilakoni oleh beberapa sosok inspiratif dalam dunia keislaman.

Salah satu sosok inspiratif yang berhasil mengunjungi Baitullah di usia muda adalah Ustadz Abdul Somad atau yang dikenal dengan nama UAS. Ternyata, perjalanan ke tanah suci pertama kali yang dijalankan oleh UAS di tahun 1992 menjadikannya sebagai jamaah haji termuda karena masih berusia 14 tahun. Hal ini terungkap lewat potongan pemberitaan di koran yang ia posting di akun Instagram pribadinya.

Meneladani Mereka yang Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda© Credit via instagram.com/ustadzabdulsomad_official

Dalam postingan tersebut dapat diketahui juga jika UAS masuk ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) IV dari Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR) Sumut. UAS yang memiliki nama lengkap Abdul Shomad bin Bachtiar dijelaskan dalam artikel tersebut, sebagai penduduk Jalan Kapten Muslim komplek LLAJR yang merupakan siswa kelas 1 SMP Mualimin Simpang Linun Medan berusia 14 tahun.

Nggak hanya UAS saja, ada juga Ustadz Syam yang dikenal sebagai salah satu ustadz muda di tanah air yang sudah pergi haji saat masih di usia sekolah. Masih banyak lagi jamaah haji usia muda yang mungkin ceritanya nggak terekspos media. UAS dan Ustadz Syam sendiri bisa jadi inspirasi kalau nggak perlu menunda merencanakan pergi ke tanah suci.

3 dari 4 halaman

Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda Wajib Jadi Prioritas

Meneladani Mereka yang Pergi ke Tanah Suci di Usia Muda© Shutterstock

Mumpung masih muda, fisik masih prima, pergi ke tanah suci wajib jadi prioritas. Dengan waktu antrian haji yang mencapai puluhan tahun, sudah sepatutnya mulai bergerak dan mendaftarkan antrian haji saat ini juga. Siapapun berkesempatan melangsungkan ibadah haji selagi muda juga. Terlebih ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, jika mampu berangkat ke tanah suci sedini mungkin. Salah satunya kamu masih memiliki fisik dan stamina yang masih kuat dan bugar. Sebab, seperti diketahui, rangkaian ibadah haji sangat berat, karena bukan hanya membutuhkan kesiapan hati, tetapi juga kekuatan fisik.

Ambil contoh, saat wukuf di Arafah yang begitu tandus dan panas, stamina yang fit tentu sangat dibutuhkan. Kemudian, dilanjutkan dengan bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah dengan lokasi menanjak, Tawaf mengelilingi Ka’bah bersama jutaan umat Islam dari penjuru dunia, hingga bermalam di Mina. Semua rangkaian ibadah tersebut dilakukan secara berkesinambungan. Bayangkan, jika fisik tak prima karena faktor usia yang tak lagi muda, tentu akan lebih berat saat menjalaninya, bukan?

Bagaimanapun tak ada yang tahu batas usia manusia selain Allah SWT, selagi masih diberikan kesehatan dan fisik yang kuat di usia muda, jangan ragu untuk mulai niat beribadah haji dari sekarang. Selain itu, kunci berangkat haji sedari dini adalah menabung secara konsisten. Jika sudah terkumpul, lekaslah membuka tabungan haji, agar kamu bisa mendapatkan kuota atau nomor antrean berangkat haji.

4 dari 4 halaman

Raih Kesempatan Pergi ke Tanah Suci Secara Gratis

Bicara pergi ke tanah suci, siapa sih yang tak ingin bisa berangkat secara gratis? Kesempatan itu pun bisa didapatkan setiap umat Islam jelang akhir tahun ini. Pasalnya, Dream bersama Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) dan Ustadz Hanan Attaki bakal mengadakan kajian eksklusif yang disiarkan secara langsung untuk Sahabat Dream di seluruh Indonesia.

Kabar baiknya, kegiatan yang akan dilangsungkan pada 8 Desember 2020 tersebut menghadirkan hadiah special berupa umrah gratis buat kamu yang beruntung. Caranya pun tak sulit kok, kamu hanya perlu mendaftar diri dengan mengisi form di sini. Ingat, kesempatan tak datang dua kali, siapa tahu lewat ikutan acara ini, menjadi pintu rezeki bagimu untuk lekas menginjakkan kaki langsung di tanah suci. Jadi, jangan lupa ikutan, ya, Sahabat Dream.

 

Beri Komentar