Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
(c) Shutterstock
Menunaikan ibadah haji merupakan kewajiban bagi umat muslim yang mampu menjalaninya, sebagaimana tertuang dalam Rukun Islam. Syarat kemampuan yang menjadikan ibadah ini wajib didefinisikan oleh para ulama menjadi dua hal, yaitu mampu secara biaya dan mampu secara fisik, dalam arti lain memiliki kondisi yang sehat. Faktanya, populasi muslim di Indonesia sangat besar sehingga mempengaruhi masa tunggu saat berencana pergi ke tanah suci.

Tahukah kamu jika Indonesia merupakan negara dengan jemaah haji terbesar di dunia? Ya, Indonesia memegang peringkat pertama pada daftar 10 negara pengirim haji terbanyak setiap tahunnya dengan rata-rata masa tinggal di tanah suci selama 41 hari. Menjadi salah satu negara mayoritas penduduk muslim, jumlah pendaftar haji selalu bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH, 75% pendaftar haji adalah kelompok usia di atas 40 tahun. Padahal dengan jumlah pendaftar yang fantastis, masa tunggu ibadah haji rata-rata bisa mencapai 20 tahun. Bahkan, di Sulawesi Selatan bisa menginjak 35 tahun.
Bayangkan jika kamu mendaftar haji di usia 40 tahun, maka rata-rata baru bisa menginjak tanah suci di usia 60 hingga 75 tahun. Usia tersebut merupakan kelompok faktor RisTi alias Risiko Tinggi dalam segi kondisi fisik dan kesehatan. Menurut data Jamaah Haji 2019 dari Ditjen PHU Kemenag RI, sebanyak 63% jamaah berada dalam faktor RisTi. Padahal, salah satu syarat menjalankan ibadah ke tanah suci adalah sehat secara jasmani dan rohani.
Perjalanan ke tanah suci adalah tantangan tersendiri. Cuaca yang ekstrem, rangkaian ibadah yang harus dijalani, dan banyaknya orang yang berkunjung ke tanah suci membuat jamaah membutuhkan kondisi fisik yang sehat dan prima. Inilah pentingnya mulai merencanakan menjalani ibadah haji sejak usia muda, seperti yang sukses dilakoni oleh beberapa sosok inspiratif dalam dunia keislaman.
Salah satu sosok inspiratif yang berhasil mengunjungi Baitullah di usia muda adalah Ustadz Abdul Somad atau yang dikenal dengan nama UAS. Ternyata, perjalanan ke tanah suci pertama kali yang dijalankan oleh UAS di tahun 1992 menjadikannya sebagai jamaah haji termuda karena masih berusia 14 tahun. Hal ini terungkap lewat potongan pemberitaan di koran yang ia posting di akun Instagram pribadinya.

Dalam postingan tersebut dapat diketahui juga jika UAS masuk ke dalam Kelompok Terbang (Kloter) IV dari Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR) Sumut. UAS yang memiliki nama lengkap Abdul Shomad bin Bachtiar dijelaskan dalam artikel tersebut, sebagai penduduk Jalan Kapten Muslim komplek LLAJR yang merupakan siswa kelas 1 SMP Mualimin Simpang Linun Medan berusia 14 tahun.
Nggak hanya UAS saja, ada juga Ustadz Syam yang dikenal sebagai salah satu ustadz muda di tanah air yang sudah pergi haji saat masih di usia sekolah. Masih banyak lagi jamaah haji usia muda yang mungkin ceritanya nggak terekspos media. UAS dan Ustadz Syam sendiri bisa jadi inspirasi kalau nggak perlu menunda merencanakan pergi ke tanah suci.

Mumpung masih muda, fisik masih prima, pergi ke tanah suci wajib jadi prioritas. Dengan waktu antrian haji yang mencapai puluhan tahun, sudah sepatutnya mulai bergerak dan mendaftarkan antrian haji saat ini juga. Siapapun berkesempatan melangsungkan ibadah haji selagi muda juga. Terlebih ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, jika mampu berangkat ke tanah suci sedini mungkin. Salah satunya kamu masih memiliki fisik dan stamina yang masih kuat dan bugar. Sebab, seperti diketahui, rangkaian ibadah haji sangat berat, karena bukan hanya membutuhkan kesiapan hati, tetapi juga kekuatan fisik.
Ambil contoh, saat wukuf di Arafah yang begitu tandus dan panas, stamina yang fit tentu sangat dibutuhkan. Kemudian, dilanjutkan dengan bermalam di Muzdalifah, melempar Jumrah dengan lokasi menanjak, Tawaf mengelilingi Ka’bah bersama jutaan umat Islam dari penjuru dunia, hingga bermalam di Mina. Semua rangkaian ibadah tersebut dilakukan secara berkesinambungan. Bayangkan, jika fisik tak prima karena faktor usia yang tak lagi muda, tentu akan lebih berat saat menjalaninya, bukan?
Bagaimanapun tak ada yang tahu batas usia manusia selain Allah SWT, selagi masih diberikan kesehatan dan fisik yang kuat di usia muda, jangan ragu untuk mulai niat beribadah haji dari sekarang. Selain itu, kunci berangkat haji sedari dini adalah menabung secara konsisten. Jika sudah terkumpul, lekaslah membuka tabungan haji, agar kamu bisa mendapatkan kuota atau nomor antrean berangkat haji.
Bicara pergi ke tanah suci, siapa sih yang tak ingin bisa berangkat secara gratis? Kesempatan itu pun bisa didapatkan setiap umat Islam jelang akhir tahun ini. Pasalnya, Dream bersama Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) dan Ustadz Hanan Attaki bakal mengadakan kajian eksklusif yang disiarkan secara langsung untuk Sahabat Dream di seluruh Indonesia.
Kabar baiknya, kegiatan yang akan dilangsungkan pada 8 Desember 2020 tersebut menghadirkan hadiah special berupa umrah gratis buat kamu yang beruntung. Caranya pun tak sulit kok, kamu hanya perlu mendaftar diri dengan mengisi form di sini. Ingat, kesempatan tak datang dua kali, siapa tahu lewat ikutan acara ini, menjadi pintu rezeki bagimu untuk lekas menginjakkan kaki langsung di tanah suci. Jadi, jangan lupa ikutan, ya, Sahabat Dream.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya