Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Menu Kolak Pisang
Dream - Siapa yang tidak mengenal manisnya kolak yang identik dengan tradisi berbuka puasa bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Tahukan anda asal usul kolak hingga bisa menjadi makanan yang kerap identik dengan bulan Ramadan?
Kolak sebenarnya berasal dari kata Khalik, yang berarti Sang Pencipta Langit dan Bumi, Allah SWT. Kolak diartikan dengan maksud mendekatkan diri kepada Sang Kuasa, Allah SWT.
Pada awal penyebaran agama Islam di Pulau Jawa, para ulama biasanya menggunakan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Kolak sebagai makanan yang memiliki citarasa manis kerap digunakan sebagai media untuk menyebarkan ajaran agama Islam.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kolak seperti pisang dan ubi, ternyata juga menyimpan makna dan memiliki pengaruh dalam penyebaran Islam kala itu. Pisang kepok yang kemudian diplesetkan menjadi kapok memiliki makna agar yang memakan bisa kapok sehingga harus bertaubat dan kembali ke jalan yang diridhoi Allah.
Sedangkan ubi yang oleh masyarakat Jawa Tengah disebut 'ketelo pendem' atau ketela yang terpendam. Itu memiliki makna setiap individu harus mengubur kesalahan yang pernah diperbuat dalam hidupnya.
Sebenarnya di masa lalu, kolak selalu disajikan mulai dari bulan Sya'ban atau satu bulan sebelum memasuki Ramadan. Namun kemudian kebisaan tersebut berlanjut hingga memasuki bulan puasa dan dijadikan sebagai menu takjil yang populer hingga saat ini.
Selain menggunakan pisang dan ubi, saat ini modifikasi kolak juga telah banyak ditemui. Mulai dari gabungan penggunaan pacar cina, tapai singkong dan kolang kaling, hingga ubi yang diolah menjadi biji salak (ubi dicampur tepung tapioka dan dibentuk hingga menyerupai biji buah salak) kemudian dihidangkan dengan campuran kuah santan.
(Ism, Dari berbagai sumber)
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?