Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Fitri Tropica akhirnya hamil anak pertama, setelah menikah selama 5 tahun. Ia dan Irvan, sang suami harus menjalani program kehamilan intensif. Pasalnya, Fitri mengalami PCOS (Polycystic Ovary Syndrome).
Apa itu PCOS? PCOS, seperti dikutip dari Healthline, merupakan masalah hormon yang memengaruhi wanita di masa subur mereka (usia 15 hingga 44). Antara 2,2 dan 26,7 persen wanita dalam kelompok usia ini memiliki PCOS.
Banyak wanita memiliki PCOS tetapi tidak mengetahuinya. Dalam satu studi, sebanyak 70 persen wanita dengan PCOS belum didiagnosis. PCOS memengaruhi ovarium wanita, organ reproduksi yang menghasilkan estrogen dan progesteron - hormon yang mengatur siklus menstruasi.
Ovarium juga menghasilkan sejumlah kecil hormon pria yang disebut androgen. PCOS adalah " sindrom," atau sekelompok gejala yang mempengaruhi ovarium dan proses ovulasi. Ada tiga gejala utamanya, yaitu terdapat kista di ovarium, kadar hormon pria yang tinggi, serta menstruasi yang tidak teratur.
© Dream
Pada penderita PCOS, banyak kantung kecil berisi cairan tumbuh di dalam ovarium. Kata " polikistik" berarti " banyak kista" . Kantung-kantung ini sebenarnya adalah folikel, masing-masing berisi telur yang belum matang. Telur tidak pernah cukup matang untuk memicu ovulasi.
Kurangnya ovulasi mengubah kadar estrogen, progesteron, FSH, dan LH. Kadar estrogen dan progesteron lebih rendah dari biasanya, sedangkan kadar androgen lebih tinggi dari biasanya.
Hormon ekstra pria mengganggu siklus menstruasi, sehingga wanita dengan PCOS mendapatkan menstruasi lebih sedikit dari biasanya
Dokter tidak tahu persis apa yang menyebabkan PCOS. Namun aspek genetik, resistensi insulin, dan peradangan dipercaya berkaitan dengan kelebihan produksi androgen atau hormon pria pada penderita PCOS.
Memiliki tingkat androgen yang lebih tinggi dari normal dapat memengaruhi kesuburan dan aspek kesehatan lainnya. Mereka yang mengalami PCOS cenderung lebih sulit untuk hamil.
Untuk hamil, wanita harus berovulasi. Wanita yang tidak berovulasi teratur tidak melepaskan banyak telur untuk dibuahi. Pada penderita PCOS, proses ovulasinya sangat tidak teratur dan membuatnya sulit untuk hamil.
Efek lain dari PCOS adalah sindroma metabolik. Sekitar 80 persen wanita dengan PCOS mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Obesitas dan PCOS meningkatkan risiko gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.
Tak hanya itu, PCOS juga menyebabkan sleep apnea dan mengganggu kualitas tidur. Pada tingkat psikologis, perubahan hormon dan gejala seperti pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan dapat memengaruhi emosi secara negatif. Banyak penderita PCOS akhirnya mengalami depresi dan kecemasan.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya