Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Festival Aomori Nebuta (Istimewa)
Dream - Jepang tidak pernah berhenti membuat traveler penasaran. Selalu saja ada hal baru yang menarik minat untuk berkunjung ke sana.
Saat ini Jepang sedang mengalami musim dingin. Ini merupakan waktu yang tepat berkunjung ke Negeri Sakura.
Sebab, ada banyak sekali cara menikmati musim dingin dengan menarik. Yang pasti, kamu gak akan bosan berlibur ke Jepang.
Salah satunya seperti yang ditawarkan oleh perusahaan pengelola hotel terkemuka, Hoshino Resort. Di salah satu hotelnya, Hoshino Resort Aomoriya di Kota Misawa Prefektur Aomori, perusahaan ini menggelar Neburi Nagashi Toro sepanjang musim dingin.

Neburi Nagashi Toro merupakan cara menikmati musim dingin khas masyarakat Aomori. Sepanjang musim dingin, akan ada banyak sekali lampion kecil dan Nebuta atau lampion apung di atas kolam di sekitar permandian terbuka Ukiyu.
Pemandian Ukiyu merupakan lokasi digelarnya Aomori Nebuta, festival yang akan mengajak pengunjung kembali ke zaman Neburi Nagashi. Di tempat ini pula, pengunjung dapar mengikuti Toro Nagashi, ritual pengusiran iblis kantuk dan pembuangan ketidakmurnian ke sungai dan laut.
Pengunjung akan menyaksikan Nebuta berbentuk karakter mengarung di atas pemandian. Nebuta ini memiliki motif asli berupa Vairavana, dewa penjaga daerah utara sekaligus pembawa kebijaksanaan dan nasib baik.

Motif ini merupakan karya seniman Nebuta, Hiroo Takenami. Hiroo membuatnya khusus untuk Neburi Nagashi Toro, dengan pose dewa memegang tombak di tangan kanan dan pagoda di tangan kiri.
Festival ini dapat diikuti setiap hari mulai 1 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020 mulai pukul 06.00 sore hingga 00.00 pagi tanpa dipungut biaya alias gratis. Pengunjung dapat menulis dan mengirimkan keinginan mereka antara jam 03.00 sore hingga 09.00 malam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya