6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tembikar Era Yunani Kuno Yang Ditemukan Di Dasar Laut (Shutterstock.com)
Dream - Hans-Juergen Fercher baru saja muncul dari perairan biru kehijauan yang jernih di Laut Aegea. Penyelaman keempatnya ini mengunjungi tempat gundukan pot anggur berusia 2.500 tahun yang menandai kapal karam kuno dan museum bawah laut pertama Yunani.
" Ini adalah kombinasi penyelaman dan penyelaman arkeologis. Seperti menyelam ke dalam sejarah," kata psikiater berusia 48 tahun itu kepada The Straits Times.
Museum di bawah ombak Peristera, Pulau Alonissos, dibuka pada tahun 2020 meskipun saat ini tengah ditutup akibat Covid-19. Saat Yunani membuka pariwisatanya, tempat ini menjadi sumber pendapat baru dan berkelanjutan.
Penyelam seperti Fercher dan pembuat gudang anggur Denmark, Lisette Fredelund bersedia membayar 95 euro atau sekitar Rp1,6 juta untuk menyelam.
" Sungguh menakjubkan. Ketika kami berada di sana, mencoba membayangkan bagaimana rasanya berada di kapal yang mengangkut anggur," kata Fredelund.
Semakin ke sini, bangkai kapal ditemukan lebih banyak di daerah tersebut. Ini menunjukkan museum bawah laut bisa dibuka lebih banyak.
© Dream
Menteri Pariwisata Yunani, Harry Theharis, mengatakan pihaknya telah menjadikan diving sebagai fokus untuk menarik pengunjung sejak Undang-undang disahkan pada tahun 2020.
" Ini adalah jenis pariwisata yang menarik turis sepanjang tahun. Mereka rela membayar mahal untuk menyelam," katanya seraya menambahkan 10 taman selam baru siap disahkan di bawah undang-undang.
Sekitar 300 orang telah membayar untuk mengunjungi bangkai kapal itu sejak museum dibuka, menurut Walikota Alonissos Petros Vafinis. Ia sendiri seorang penyelam scuba.
Semua pengunjung harus menjalani pengarahan tentang situs dan mengikuti aturan ketat seperti menjaga jarak setidaknya 2 meter dari artefak.
" Harapan saya sangat tinggi sejak diarahkan dan semua terbayarkan," kata George Giasemidis, turis Yunani yang secara khusus ingin melihat bangkai kapal.
Mengingat kedalaman dan kesulitan teknis penurunan, hanya penyelam yang memenuhi syarat yang diizinkan untuk mengunjungi bangkai kapal tersebut.
Dengan ditemukannya empat bangkai kapal lain, Alonissos berharap turis bisa segera mengakses situs tersebut. Sehingga bisa masuk dalam daftar yang harus dilakukan oleh penyelam di seluruh dunia.
Laporan: Elyzabeth Yulivia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
