Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(c) Shutterstock
Mengisi waktu belajar anak di rumah dengan proyek kreatif membuat miniatur alat transportasi bisa jadi pilihan yang tepat, lho. Selain bisa menjadi sarana belajar memperkenalkan beragam alat transportasi dan bagian-bagian pentingnya, kegiatan tersebut juga bisa melatih imajinasi dan kreativitas anak. Tertarik mencoba kegiatan yang satu ini bersama anak, Sahabat Dream?
Video Belajar dari Rumah Episode 15 untuk kelas 4 SD yang dipersembahkan Kemendikbud memberikan panduan kepada anak-anak dalam merancang proyek miniatur kendaraan. Yang pertama sebaiknya buat tabel rancangan yang berisi jenis miniatur yang akan dibuat, bahan-bahan, serta langkah membuatnya.
Bahan-bahan yang digunakan bisa memanfaatkan yang ada di sekitar, seperti kardus bekas, botol bekas, sandal jepit, lem atau selotiup, penggaris, gunting, pensil atau krayon. Dalam proses pembuatannya, anak-anak juga bisa mendapatkan pengetahuan baru. Seperti beda alat transportasi, maka beda juga bahan bakar yang digunakan.

Sebagai contoh pesawat terbang yang menggunakan 2 jenis bahan bakar, yaitu avtur dan avgas. Sebuah pesawat terbang rata-rata membutuhkan 110 liter avtur per menit. Berarti untuk terbang selama 1 jam, pesswat membutuhkan 6,6 kiloliter avtur atau jika dibulatkan ke atas maka dibutuhkan 7 kiloliter avtur.
Setelah membuat mini project alat transportasi untuk kelas 4 SD, di video Belajar dari Rumah episode 15 untuk siswa kelas 5 SD akan mengulik lebih jauh tentang jenis bahan bakar kendaraan. Di Indonesia sendiri umumnya ada 3 jenis bahan bakar yang didistribusikan oleh Pertamina, yaitu Premium, Pertalite, dan Pertamax. Pada dasarnya, ketiga bahan bakar ini hampir sama. Namun, yang membuat berbeda adalah besaran bilangan oktan masing-masing jenis.
RON atau Research Octane Number adalah perbandingan jumlah oktana dan heptana pada bensin. Kualitas sebuah bensin semakin bagus jika semakin tinggi kandungan oktana di dalamnya.

Misalnya untuk jenis Premium memiliki RON 88, yang berarti 88% kandungannya adalah oktana dan sisa 12% merupakan heptana. Sementara itu Pertalite memiliki RON 90 yang berarti 90% mengandung oktana dan 10% heptana. Nah, jenis Pertamax memiliki RON tertinggi yaitu 92. Artinya, 92% mengandung oktana dan 8% heptana. Harga BBM sendiri ditentukan oleh pemerintah dan menyesuaikan dengan harga minyak dunia.
Selain belajar membedakan jenis bahan bakar minyak atau BBM, Kak Kinan juga berbagi cara menghitung berapa banyaknya BBM yang dibutuhkan saat menempuh jarak tertentu. Ada juga pengenalan tentang cara membaca garis bilangan dan membaca dongeng Nahkoda Pesisir Barat bersama-sama.
Seru banget kan materi yang dipelajari dalam video Belajar dari Rumah yang dibuat oleh Kemendikbud? Yuk, tonton tayangannya setiap Senin-Jumat hanya di TVRI! (*)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya