JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Jalur Memanjang Yang Rapi Dan Unik Namun Misterius)Foto:Hidden Inca Tours)
Dream - Di lembah Frigia, Turki di bagian barat Anatolia banyak lahan yang berbentuk trek memanjang hampir di seluruh kawasan. Trek ini dipotong menjadi batuan dasar dan merata seperti spasi. Seakan-akan dibuat oleh roda gerobak atau kendaran.
Tapi meninggalkan bekas yang jauh lebih dalam dibanding jejak yang ditimbulkan roda gerobak. Bekas lubang paling dalam berukuran tiga kaki dan trek ini mirip dengan yang ditemukan di pulau Malta.
Kurangnya catatatan sejarah, membuat orang mengira-ngira bahwa trek ini adalah bekas roda. Mereka mengira-ngira bahwa ini adalah bekas roda untuk membantu peradaban alien kuno pada jutaan tahun lalu. Alien diperkirakan telah mengemudikan kendaraan pada medan berat yang masih tertutup abu vulkanik.
Selama berabad-abad, penumpukan tufaaan dipadatkan menjadi batu yang keras dan meninggalkan bekas roda. Seperti halnya mengawetkan jejak kaki dinosaurus dalam bebatuan.
Menurut akademisi konvensional, jalan paling awal muncul di Anatolia kuno selama Het Empire (1600 SM- 1178 SM). Kemudian, jalur dipotong ke dalam bebatuan lunak oleh Phrygia dan suku-suku lokal seperti Lyncians dan Carians. Dan akhirnya menjadi bagian dari jaringan jalan Romawi, yang mencakup Turki sejauh Efrat dan seterusnya.
Namun, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukan bahwa fitur ini kemungkinan besar dibuat untuk keperluan pertanian. Bukan sebagai jalanan pada 5 ribu tahun lalu. Para peneliti percaya bahwa alur berbentuk garis-garis ini digunakan sebagai drainase dan lahan untuk menanam.
Daerah yang cenderung kering, membuat alur-alur tersebut digali ke bebatuan dasar untuk mempertahankan tanah dan air. Jarak reguler antar alur mencerminkan panjang alat pertanian dengan jangkauan petani.
(Sumber: Amusingplanet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
