Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Ilustrasi
Dream - Anda mendapati anak berbohong? Jangan langsung menganggapnya buruk atau menghukumnya secara keras. Ketika anak-anak berbohong, sebenarnya menunjukkan kalau kemampuan kognitifnya berkembang dengan baik.
Berbohong itu faktanya membutuhkan 'modal' yaitu pemikiran dan rencana yang rumit. Hal ini diungkapkan oleh Kang Lee, seorang psikolog dari University of Toronto, Kanada. Menurutnya anak-anak yang berbohong memiliki keunggulan kognitif.
Berbohong membutuhkan kemampuan kognitif yang mumpuni. Termasuk pemahaman situasi yang matang.
" Anak perlu mengetahui apa yang ada di pikiran orang lain, apa yang anak ketahui serta apa yang tak diketahui orang lain. Kami menyebutnya teori kemampuan pikirian. Pada anak yang lebih baik dalam memahami teori ini, juga cenderung lebih baik saat berbohong," ujar Lee.
Menurut penelitian yang dilakukan Lee, berbohong dimulai sejak anak masih berusia di bawah tiga tahun. Sebanyak 30 persen anak berusia 2 tahun diketahui sudah mulai berbohong. Lalu ketika memasuki usia 3 tahun, anak mulai sering berbohong. Dan anak usia 5 hingga 7 tahun pasti pernah melakukan kebohongan.
Lee mengungkap, berbohong ini menunjukan fungsi eksekutif yang dimiliki anak. Fungsi tersebut merupakan kemampuan untuk merencanakan sesauatu hal dan mengekang tindakan yang tidak diinginkan.
" Pada 30 persen anak di bawah usia 3 tahun, yang mulai berbohong, memiliki kemampuan fungsi eksekutif yang lebih tinggi," ujarnya.
Dengan kemampuan kognitif seperti itu, bisa dikatakan berarti bahwa anak yang mulai berbohong di usia dini cenderung akan memiliki prestasi akademik yang baik. Mereka juga akan memiliki hubungan personal dan kemampuan sosial yang lebih baik.
Sumber: Parents
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya