Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Mulai Berbohong, Tanda Buah Hati Makin Pintar

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 28 Desember 2016 08:00
Mulai Berbohong, Tanda Buah Hati Makin Pintar
Berbohong itu faktanya membutuhkan 'modal' yaitu pemikiran dan rencana yang rumit.

Dream - Anda mendapati anak berbohong? Jangan langsung menganggapnya buruk atau menghukumnya secara keras. Ketika anak-anak berbohong, sebenarnya menunjukkan kalau kemampuan kognitifnya berkembang dengan baik.

Berbohong itu faktanya membutuhkan 'modal' yaitu pemikiran dan rencana yang rumit. Hal ini diungkapkan oleh Kang Lee, seorang psikolog dari University of Toronto, Kanada. Menurutnya anak-anak yang berbohong memiliki keunggulan kognitif.

Berbohong membutuhkan kemampuan kognitif yang mumpuni. Termasuk pemahaman situasi yang matang.

" Anak perlu mengetahui apa yang ada di pikiran orang lain, apa yang anak ketahui serta apa yang tak diketahui orang lain. Kami menyebutnya teori kemampuan pikirian. Pada anak yang lebih baik dalam memahami teori ini, juga cenderung lebih baik saat berbohong," ujar Lee.

Menurut penelitian yang dilakukan Lee, berbohong dimulai sejak anak masih berusia di bawah tiga tahun. Sebanyak 30 persen anak berusia 2 tahun diketahui sudah mulai berbohong. Lalu ketika memasuki usia 3 tahun, anak mulai sering berbohong. Dan anak usia 5 hingga 7 tahun pasti pernah melakukan kebohongan.

Lee mengungkap, berbohong ini menunjukan fungsi eksekutif yang dimiliki anak. Fungsi tersebut merupakan kemampuan untuk merencanakan sesauatu hal dan mengekang tindakan yang tidak diinginkan.

" Pada 30 persen anak di bawah usia 3 tahun, yang mulai berbohong, memiliki kemampuan fungsi eksekutif yang lebih tinggi," ujarnya.

Dengan kemampuan kognitif seperti itu, bisa dikatakan berarti bahwa anak yang mulai berbohong di usia dini cenderung akan memiliki prestasi akademik yang baik. Mereka juga akan memiliki hubungan personal dan kemampuan sosial yang lebih baik.

Sumber: Parents

 

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More