Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dieng Bersalju (Liputan6.com)
Dream - Embun es kembali muncul di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Fenomena ini alam ini terjadi tiap tahunnya setiap kali musim kemarau tiba.
Tahun ini, embun es atau dikenal dengan embun upas terlihat hingga akhir Juli. Suhu di Dieng di malam hingga pagi hari bisa mencapai minus 3 derajat sehingga embun yang menempel d dedaunan membeku dan tampak seperti salju.
Penjelasan Stasiun Geofisikan kelas III Banjarnegara, embun es merupakan satu dari sekian tanda anomali cuaca ekstrem. Embun ini biasanya muncul pada puncak musim kemarau dan di kawasan tropis seperti Indonesia, suhu di dataran tinggi akan sangat dingin.
Penyebabnya, pada lapisan troposfer suhu udara mengalami penurunan seiring ketinggian permukaan suatu tempat. Semakin tinggi maka akan semakin dingin.

" Faktor berikutnya adalah vegetasi dan danau di sekitar yang berkontribusi kepada variasi kelembapan udara di lokasi tersebut," ujar staf Stasiun Geofisika Banjarnegara, Mohamad Burhanudin.
Embun es akan terbentuk di dataran tinggi sekitar Jawa Tengah ketika memasuki musim kemarau. Sepanjang musim tersebut, awan tidak akan terlihat di langit di pagi harinya.
Ketika siang, sinar matahari langsung menerpa daratan sehingga terasa lebih terik. Sedangkan di malam hari, suhu menjadi sangat dingin lantaran panas sinar matahari tidak tertahan oleh awan dan langsung terlepas.
Suhu terasa sangat dingin ketika hari menjelang pagi. Rata-rata, suhu akan berada di bawah 0 derajat.
" Suhu bisa mencapai 5 derajat, bahkan di bawah nol. Pada suhu inilah biasanya embun es terbentuk," kata Burhanudin.

Sementara, Dataran Tinggi Dieng baru dibuka untuk pariwisata mulai 1 Agustus 2020. Pembukaan ini untuk memulihkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, destinasi wisata Komplek Candi Arjuna dan Kawah Sikidang dibuka mulai 20 hingga 31 Juli. Selama periode tersebut, pengelola menerapkan pembatasan.
Pengunjung yang dibolehkan masuk hanya 140 orang untuk satu trip selama 60 menit. Setiap 20 orang didampingi seorang pemandu wisata.
Sumber: Liputan6.com/Rudal Afgani Dirgantara
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya