Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Polusi Udara (Foto: Shutterstock)
Dream - Tinggal di perkotaan atau daerah industri, akan sangat sulit terhindar dari polusi. Mulai dari polusi udara, suara hingga limbah di air. Bagi ibu hamil, hal ini tentu saja memicu kekhawatiran.
Paparan polusi bisa berdampak buruk pada janin. Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari Queen Mary University of London, mengungkap bukti pertama ada partikel karbon yang mencapai rahim ibu hamil.
Partikel kecil tersebut biasanya tercipta dari pembakaran bahan bakar fosil. Kehadiran partikel polusi udara terjadi saat ibu hamil menghirup udara yang tercemar. Kemudian partikel karbon dapat mencapai plasenta melalui aliran darah.
Penelitian sebelumnya menunjukkan, hubungan antara paparan polusi udara dan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, kematian bayi, dan masalah pernapasan pada masa kanak-kanak.
" Hingga saat ini, ada sedikit bukti, partikel (polusi udara) yang dihirup masuk ke dalam darah dari paru-paru. Selain itu, polusi udara juga mempengaruhi perkembangan janin dan bisa terus mempengaruhi bayi setelah lahir sampai sepanjang hidup mereka," kata salah satu peneliti Lisa Miyashita seperti dikutip dari The Independent.
© Dream
Penelitian dilakukan atas partisipasi dari lima ibu yang baru melahirkan secara caesar. Kelima ibu tersebut tinggal di London dan tidak punya kebiasaan merokok. Mereka melahirkan bayi yang sehat di Royal London Hospital dan memberi izin plasenta sang anak diteliti.
Para peneliti mempelajari sel, yang disebut makrofag plasenta. Sel tersebut merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan berperan menelan partikel berbahaya, seperti bakteri dan partikel polusi udara, serta membantu melindungi janin.
Sebuah mikroskop berkekuatan tinggi digunakan untuk mencari daerah hitam kecil yang diyakini peneliti adalah partikel karbon.
Dari total 3.500 sel makrofag plasenta, sebanyak 60 sel makrofag ada 72 titik hitam kecil partikel karbon. Setiap plasenta rata-rata mengandung sekitar lima mikrometer persegi zat hitam karbon polusi udara.
“ Ini karena kebanyakan dari partikel karbon harus ditelan sel makrofag dalam plasenta, terutama partikel yang lebih besar. Hasil temuan kami memberikan bukti pertama, partikel polusi yang dihirup dapat bergerak dari paru-paru ke darah, kemudian ke plasenta," Lisa melanjutkan.
© Dream
Penelitian tersebut juga mengungkap, partikel karbon kemungkinan juga bisa bergerak ke janin.
Menilik temuan tersebut, ibu hamil yang tinggal di kota-kota dan tercemar polusi udara lebih rentan alami masalah kehamilan, seperti pertumbuhan janin yang kurang, kelahiran prematur, dan kelahiran rendah berat badan bayi.
“ Penelitian baru ini menunjukkan, bagaimana bayi dipengaruhi polusi udara, yang secara teoritis berada di dalam rahim. Untuk itu, kita harus meningkatkan kesadaran antara dokter dan masyarakat mengenai efek berbahaya dari polusi udara pada ibu hamil," ujar Mina Gaga dari European Respiratory Society.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia



Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya