6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Shawarma, Salah Satu Kuliner Yang Bisa Dicicipi Di Mekah Dan Madinah (Foto: Pinterest)
Dream - Tak hanya jalan-jalan atau berziarah ke tempat-tempat suci dan bersejarah, di sela-sela waktu rangkaian ibadah umroh para jamaah juga bisa melakukan wisata kuliner lho. Ya, tak ada salahnya untuk sejenak mengisi waktu luang dengan berburu dan mencicipi kuliner-kuliner baru yang ada di Kota Mekah serta Madinah.
Mekah dan Madinah punya aneka makanan dan minuman khas yang lezat. Dan tak perlu khawatir, beragam kuliner yang dijajakan di kedua kota suci ini dipastikan halal serta aman untuk dikonsumsi secara syar'i oleh umat muslim.
Soal harga pun tak perlu takut. Tak akan menguras kantong jamaah karena harga yang ditawarkan tak berbeda jauh dengan harga makanan di tanah air.
Lantas, apa saja sih kuliner yang dapat dinikmati jamaah saat berada di Mekah dan Madinah? Nah, yang pertama dan mungkin sudah tak asing lagi bagi jamaah Indonesia adalah kebab.
Namun, di Saudi kebab lebih dikenal dengan nama shawarma. Berupa potongan kecil-kecil daging ayam, domba atau sapi yang dibakar, dipadukan dengan tomat, bawang bombay, ketimun dan selada, yang terbungkus rapi dalam roti pita yang sudah dipanggang (khubz).
Shawarma yang biasa ditemui di tanah air agak berbeda dengan yang ada di Madinah dan Mekah. Mungkin saja rasanya akan sedikit asing bagi lidah orang Indonesia. Terlebih shawarma di sana diberi tambahan sedikit potongan kentang rebus di dalamnya.
Namun justru di situlah serunya berwisata kuliner. Dijamin memberikan kesan tersendiri bagi para jamaah. Porsi besar khas orang timur Tengah juga pasti akan membuat perut terasa lebih cepat kenyang sehingga diharapkan akan memberi cadangan energi lebih bagi jamaah saat beribadah.
Harga sebuah shawarma berisi daging sapi atau kambing berkisar 4 SAR dan daging ayam berkisar 5 SAR (1 SAR = Rp3500). Shawarma bisa didapatkan di kios-kios ataupun restoran. Namun di restoran, tentu harganya jauh lebih mahal karena sebanding dengan kualitas daging yang digunakan.
Selain shawarma, ada kuliner apa lagi? Yuk lihat kuliner unik khas Mekah dan Madinah lainnya di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
