Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Foto : Shutterstock
Dream- Saat pandemi corona dan pembatasan sosial, otomatis ruang lingkup aktivitas jadi terbatas karena harus tinggal di rumah. Selama berbulan-bulan, orang-orang telah melakukan aturan resmi dari pemerintah untuk tinggal di rumah dan mengasingkan diri untuk menghentikan penyebaran virus corona.
Saat terjebak di dalam situasi ini, banyak orang yang mencari berbagai macam kesibukan kesibukan di rumah. Bagi sebagian orang, lebih banyak melakukan aktivitas di rumah tentu menjadi pengalaman yang tidak biasa. Mobilitas keseharian menjadi jauh lebih berkurang dari sebelumnya. Aktivitas gerak pun menjadi lebih terbatas.
Hal ini banyak dikaitkan dengan pengaruh bertambahnya berat badan selama berada di rumah. Apalagi, ketika aktivitas makan atau konsumsi camilan menjadi pelarian ketika rasa bosan atau suntuk sering kali datang. Tentu hal ini semakin memperbesar peluang bertambahnya berat badan.
Menurut travelandleisure.com, pembatasan fisik atau lockdown di beberapa negara telah membuat berat badan banyak orang bertambah alias gemuk. Di Amerika, banyak orang merasa bahwa mereka mengalami kenaikan berat badan ketika menjalani karantina di rumah karena keinginan mereka untuk selalu pergi ke dapur. Namun, hal itu tidak terjadi bagi mereka yang tinggal di San Fransisco dan Miami.
© Ilustrasi foto : Freepik
Perusahaan Withings, yang memproduksi jam tangan pintar dan timbangan pintar untuk memantau kesehatan pribadi, merilis laporan baru yang menguraikan kondisi kesehatan orang Amerika sejak menjalani karantina di rumah.
“ Tidak dapat diragukan lagi, pandemi telah mengubah kebiasaan banyak orang setiap hari di seluruh dunia. Tetapi beberapa asumsi tentang efeknya terhadap tubuh, kita tidak melihat data untuk kenaikan berat badan, " ungkap salah satu orang yang berpengaruh di Withings.
Dari hasil penelitian yang ada, mereka menemukan bahwa orang yang tinggal di San Francisco, Miami, Philadelphia, dan Boston telah kehilangan berat badan selama beberapa bulan terakhir. San Francisco menjadi kota yang paling banyak mengalami penurunan berat badan, rata-rata mereka kehilangan 0,14 pound.
Di bagian lain, mereka yang tinggal di Indianapolis adalah orang-orang yang mengalami kenaikan berat badan rata-rata 0,59 pound. Menutup hasil penelitian tersebut setiap perubahan berat badan kemungkinan disebabkan oleh kebiasaan orang yang berubah, termasuk kurang gerak dan lebih banyak tidur.
Data penelitian menunjukkan mereka yang tinggal di New York City mengurangi aktivitas geraknya sebesar 29 persen lebih sedikit dari biasanya, diikuti oleh San Fransiskanmengurangi aktivitas 23 persen dan mereka yang tinggal di Boston mengurangi aktivitas 19 persen lebih sedikit dari kegiatan mereka sebelumnya.
" Tetapi meskipun banyak orang merasa takut mengalami peningkatan berat badan saat karantina karena terlalu banyak makan, Withings telah menemukan bahwa, sebenarnya, kebanyakan orang belum mengalami kenaikan berat badan seperti yang dikhawatirkan," katanya.
" Faktanya, di Amerika Serikat, hanya 37 persen orang yang mengalami kenaikan berat badan lebih dari satu pon, dengan rata-rata kenaikan berat badan AS hanya 0,21 pound (0,095 kg)," tambahnya.
© Dream
Menurut penelitian, rata-rata masyarakat saat menjalani karantina di rumah, orang telah meningkatkan aktivitas yoga mereka sebesar 42 persen, Sebagian yang lain meningkatkan aktivitas jalan mereka yang mengalami peningkatan sebesar 34 persen), melakukan olahraga fisik di dalam ruangan yang meningkat hingga 19 persen dan berlari meningkat sebesar 18 persen.
Jika khawatir tentang berat badan akan mengalami kenaikan saat menjalani karatina di rumah.Makanlah makanan yang bergizi dan perbanyak olahraga, namun tetap patuhi protokol kesehatan yang ada untuk menjaga keselamatanmu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya