Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keindahan Jembatan Ampera Di Malam Hari (Sumber: Http://tekooo.com/)
Dream - Masyarakat dunia tengah menanti fenomena langka, Gerhana Matahari Total (GMT) yang digadang-gadang akan terjadi pada tanggal 9 Maret mendatang. Begitu pula dengan 11 provinsi di Indonesia yang juga diprediksi akan dilintasi GMT.
Menyambut fenomena alam istimewa itu sejumlah pihak sudah bersiap. Salah satunya Kementrian Pariwisata (Kemenpar) yang telah membentuk panitia nasional.
" Bersama LAPAN ada peluncuran hitung mundur sekarang sudah menuju 55 hari. Selain panitia nasional dibuat juga SK (Surat Keputusan) menteri," ungkap Esthy yang dijumpai di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Gerhana matahari ini dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa. Sehingga pemerintah langsung melakukan koordinasi dengan 11 daerah yang bakal dilalui fenomena langka tersebut. Seperti Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.
" Kalau Jakarta tidak total hanya sampai 60 persen," ungkap Esthy.
Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya pemerintah telah melakukan persiapan sejak dua tahun silam. Sementara Kemenpar sendiri telah melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisatawan.
Hingga sejauh ini, pihaknya telah menghimbau sejumlah daerah utama GMT untuk menjual paket wisata yang menarik. Beberapa daerah melaporkan telah siap menggelar pagelaran budaya semacam orkestra.
" Di Palembang mau tutup Jembatan Ampera, karena kejadiannya pagi. Masih pagi kabut dan mendung, lalu mereka akan sediakan kuliner lokal. Asyik banget di atas jembatan makan-makan," katanya.
Selanjutnya, ia juga menyarankan daerah-daerah untuk mengemas paket wisata menjadi suguhan yang menarik. Contohnya, perjalanan kapal pesiar, golf, wisata dengan baling-baling atau balon udara.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya