Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Selama ini kita bermain layang-layang sekadar jadi alternatif hiburan saja, tapi tahukah kamu kalau di Tanah Air ada pertunjukan layang-layang sampai menghadirkan layang-layang tertua di dunia?
Yes, acara itu ada di Sulawesi Tenggara bernama Festival Kaghati Kolope yang siap dilaksanakan pada 22-25 Juli 2022 mendatang.
Layangan Kaghati Kolope dipercaya sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu, dan dibuat langsung dengan kelihaian nenek moyang serta bahan daun kolope atau umbi gadung, kulit bambu, dan nanas.
Layangan tersebut disebut sebagai Kaghati Kolope yang menjadi pesona tersendiri untuk Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Walaupun dibuat dari bahan alami, Kaghati Kolope yang umumnya berukuran 170cm-an ini bisa dipastikan tahan air, dan dapat terbang tinggi di langit selama berhari-hari.
Layangan legendaris satu ini juga berhasil menarik perhatian mancanegara, karena sempat menjadi juara pertama dalam lomba layang-layang internasional.
© Foto: Ilustrasi/Shutterstock
Sahabat Dream dapat melihat langsung Kaghati Kolope pada Festival Kaghati Kolope yang rencananya akan diadakan di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.
Event ini akan dilaksanakan untuk umum dan diharapkan dapat menjadi wadah promosi untuk nantinya turis datang ke Muna.
Tak cuma memperlihatkan layang-layang saja, tapi di acara ini nantinya akan ada kegiatan lainnya.
Seperti keseruan karnaval genun masalili yang merupakan kain tenun yang identik dengan warna cerah, kreasi pembuatan layanagan dan lomba menerbangkan layangan.
Selain itu, kamu juga dapat melihat tarian kolosal kaghati, serta pagelaran busana lainnya. Beragam santapan khas Pulau Muna, juga dapat kamu rasakan saat menghadiri festival ini.
Jadi, siap liburan ke Sulawesi Tenggara akhir bulan ini?
Sumber: Indonesia.travel
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya