JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Singapura (Shutterstock)
Dream - Sebuah lembaga riset swasta, The Henley Passport Index, mengukur efektivitas paspor sejumlah negara pada awal 2018. Riset ini memperhitungkan berapa banyak negara yang dapat dikunjungi tanpa mengajukan visa.
Dilansir CNN Travel, Minggu 22 April 2018, laporan baru yang diterbitkan pada Februari 2018 ini mengungkap bahwa hanya ada dua negara yang warganya dapat menikmati akses bebas visa ke 180 destinasi di seluruh dunia. Yang mengejutkan, kedua negara tersebut berada di Asia.
Jepang dan Singapura sekarang merupakan paspor paling kuat di dunia, menurut Henley Passport Index. Kedua negara ini berhasil menggeser Jerman dari posisi teratas, dengan akses bebas visa ke 179 tujuan negara.
Meskipun Uzbekistan mencabut persyaratan visa untuk warga negara Jepang dan Singapura pada awal Februari, dan Paraguay juga menghapus persyaratan visa untuk pemegang paspor Singapura, kedua negara ini tetap paling unggul di antara negara lainnya di dunia.
Kenaikan indeks negara-negara Asia kaya ini sudah lama tertunda, menurut Parag Khanna, Anggota Senior di Pusat Asia dan Globalisasi di National University of Singapore. " Kedua negara ini secara khusus diidentifikasi sebagai kekuatan komersial damai, dengan ketertarikan warganya terhadap bisnis dan investasi," kata Khanna dalam sebuah pernyataan.
Sementara, Korea Selatan berada di peringkat ketiga, disusul negara-negara Eropa seperti, Denmark, Finlandia, Prancis, Italia, Spanyol dan Swedia. Pemegang paspor ini memiliki akses bebas visa ke 178 tujuan negara.
Peringkat Malaysia juga naik ke urutan 11 di 2018, dengan perjalanan mulus ke 169 tujuan negara. Amerika Serikat menduduki tempat kelima dalam indeks, dengan masuk gratis ke 176 tujuan negara. Tapi tidak termasuk Turki dan Republik Afrika Tengah yang baru-baru ini untuk mencabut status bebas visa bagi pemegang paspor AS.
Federasi Rusia naik tiga peringkat ke posisi ke-45. Uni Emirat Arab dekade ini naik signifikan ke peringkat 34 dalam 10 tahun terakhir.
Lalu paspor negara mana yang paling rendah kekuatannya?
Tempat terakhir di daftar Henley Paspor Index adalah Afghanistan, yang hanya bisa memiliki visa gratis ke 24 negara, diikuti oleh Irak (27), Suriah (28), Pakistan (30) dan Somalia (32).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
