Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hello Pacitan 2017 (Foto: Facebook/Kemenpar)
Dream - Luar biasa kreativitas masyarakat kota Pacitan. Tahun ini, gelaran Hello Pacitan 2017 untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-72 kembali memecahkan rekor dunia yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), untuk salah satu rangkaian even Hello Pacitan 2017, yaitu Tumpeng Tiwul Raksasa.
Tahu tiwul kan? Makanan yang terbuat dari singkong yang bentuknya seperti nasi. Tiwul memang dari zaman dulu sudah dikonsumsi oleh masyarakat di daerah, terutama daerah penghasil singkong. Penduduk Pegunungan Kidul (Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul) dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari.
Dulunya dikenal sebagai makanan " ndeso" , buat warga miskin. Tapi kini seiring kesejahteraan masyarakat meningkat, tiwul menjadi barang mewah. Kalau kangen tiwul, sehari-hari banyak dijual pedagang di sejumlah tempat wisata di sepanjang bibir pantai, Kota Pacitan.
Nah, untuk Tumpeng Tiwul Raksasa di Hello Pacitan 2017 sendiri dibuat oleh sekitar 274 orang dari 39 grup. Termasuk pendekor, pemadat tumpeng dan koordinator, menghabiskan tepung terigu 300 kg dan singkong 2000 kg, serta air tangki berisi 5000 liter. Untuk memasaknya, menghabiskan 160 tabung gas berukuran 3 kilogram untuk memasak selama 8 jam.
Tumpeng tiwul ini memiliki ketinggian sekitar 5,4 meter dan diameter 4 meter. Di bagian bawah tumpeng, ada berbagai sayuran dan lauk berupa ikan, tahu, tempe, urap, dan sayuran. Untuk jenis ikan yang disajikan yaitu ada 17 jenis ikan hasil laut Pacitan yang memiliki arti tanggal 17 atau tanggal kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain terdapat berbagai lauk dan sayuran, juga ada tumpeng tiwul berukuran kecil sebanyak 45 buah. Jumlah 45 tumpeng kecil itu dimaknai sebagai tahun kemerdekaan yaitu 1945. Sehingga komponen dalam tumpeng tiwul jumbo ini memiliki arti Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.
" Momennya pas, bersamaan dengan kejuaraan surfing tingkat internasional yang diikuti 48 peserta dari 12 negara. Ini satu rangkaian kegiatan Hello Pacitan 2017," kata Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Pacitan, Endang Surjasari, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 22 Agustus 2017.
Dengan berhasilnya mencatatkan Rekor Dunia MURI ini, juga mencatatkan rekor Kota Pacitan sebagai raja rekor dunia, karena memang banyak penghargaan rekor dunia yang telah berhasil diperoleh. " Ini ide kreativitas dari masyarakat, kita fasilitasi dan kolaborasi sehingga tercapai Rekor Dunia MURI," lanjut Endang Surjasari.
Sebelumnya, sedikitnya sudah mengantongi 12 rekor yang tercatat di MURI, sebelumnya pada tahun 2006 telah membukukan di antaranya kaca mata terbanyak, makan jeruk terbanyak, jabat tangan terpanjang, minum teh botol terbanyak, sikat gigi terbanyak, minum jamu terbanyak, engrang terbanyak, tumpeng terbanyak, dan grafiti terpanjang, merias wajah, membuat sambal dadakan dengan peserta terbanyak dan kain batik terpanjang pada tahun 2008.
Tercatat juga, memecahkan rekor MURI berupa lukisan grafiti (lukis dinding) dengan peserta terbanyak yaitu 470 peserta, mengalahkan rekor sebelumnya di Jakarta 450 peserta.
Endang melanjutkan, Kota Pacitan juga pernah meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia nomor 4.909/R.MURI/V/2011, dianugerahkan atas rekor Pemrakarsa Menggoreng Jathil Tuna Khas Pacitan dengan peserta terbanyak 2.150 peserta.
Soal penghargaan itu juga direspons Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Mantan Dirut Telkom itu menyebut rekor tersebut menjadi momentum yang pas untuk mengangkat citra pariwisata Kabupaten Pacitan.
" Pacitan adalah bagian dari Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia. Mudah-mudahan rekor MURI ini bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia serta mendorong perjalanan wisatawan nusantara (wisnus)," kata Menpar Arief Yahya.
(Sumber: Kementerian Pariwisata)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya