Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (Shutterstock.com)
Dream - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai menerapkan pemeriksaan dokumen kesehatan digital bagi pelaku perjalanan udara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi lonjakan kasus Covid-19.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi, menerangkan Bandara Ngurah Rai menjadi percontohan dari kebijakan lalu lintas udara selama PPKM Darurat. Pemeriksaan sendiri sudah dimulai terhitung sejak Selasa, 13 Juli 2021.
" Diimbau pada calon penumpang dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan mengunggah dokumen ke aplikasi serta mengisi e-HAC melalui aplikasi tersebut," ujar Faik.
Faik mengatakan kebijakan yang sama akan berjalan secara bertahap di seluruh bandara. Usai Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan menerapkan kebijakan ini.
Menurut Faik, kebijakan ini merupakan implementasi ketentuan pada Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/847/2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi.
© Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali (Shutterstock.com)
Dokumen kesehatan digital telah terintegrasi dengan sistem New All Record (NAR) pada aplikasi PeduliLindungi. Seluruh dokumen perjalanan diharuskan diunggah pada aplikasi tersebut sebelum bepergian, seperti surat keterangan RT-PCR atau tes antigen dengan hasil negatif, juga sertifikat vaksinasi Covid-19.
Seluruh dokumen yang sudah terunggah pada aplikasi PeduliLindungi akan tersimpang pada database. Kemudian calon penumpang akan mendapatkan barcode untuk ditunjukkan para petugas verifikasi di pintu masuk Terminal Keberangkatan.
Sebelumnya, kata Faik, verifikasi dan validasi dokumen kesehatan pelaku perjalanan udara harus dilakukan secara manual. Pemeriksaan dijalankan pada setiap dokumen.
" Kini proses tersebut cukup dilakukan melalui aplikasi ini, karena semua dokumen kesehatan telah terintegrasi. Hal ini akan mempercepat waktu proses verifikasi," tuturnya.
Langkah ini juga untuk mencegah penyimpangan, seperti pemalsuan hasil tes antigen, RT-PCR, atau sertifikat vaksin.
" Di Bandara I Gusti Ngurah Rai sendiri telah disediakan QR Code di beberapa titik untuk dipindai calon penumpang menggunakan aplikasi PeduliLindungi guna tracing dan tracking," kata Faik.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya