Perhatian, Ini Tanda Awal Diabetes yang Sering Dianggap Normal

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 11 November 2022 09:36
Perhatian, Ini Tanda Awal Diabetes yang Sering Dianggap Normal
Ada yang tak menyangka kalau rasa lapar yang muncul merupakan gejala awal diabetes.

Dream - Penyakit diabetes atau sering disebut kencing manis berada di urutan kelima terbanyak di dunia, hal tersebut menurut International Diabetes Federation (IDF). Hal ini karena gejala diabetes sering tak disadari penderitanya sampai muncul keluhan.

Bagi seseorang yang mengalami diabetes, maka harus mengubah pola hidup lebih sehat dan melakukan pengobatan rutin untuk mengontrol level gula dalam darahnya. Kadar gula darah yang tak terkontrol pada penderita diabetes bisa berakibat fatal, seperti strok hingga kematian.

“ Penyakit diabetes itu merupakan suatu penyakit kronik/metabolik yang juga degeneratif, jadi artinya tentu saja tidak bisa sembuh, namun demikian bisa dikontrol dengan baik bahkan bisa tanpa obat bila kita melakukan perubahan tata hidup yang baik,” ujar Dr. dr. Fatimah Eliana Taufik, Sp.PD, K-EMD, dalam webinar Diabetasol ‘Bersama Diabetasol Gula Darah terkontrol Lancar Aktivitasnya’, Kamis 10 November 2022.

1 dari 4 halaman

Ada banyak faktor-faktor yang berperan dalam menyebabkan diabetes. Seperti faktor lingkungan, genetik, infeksi, obat-obatan, dan masih banyak lagi. Untuk penyebab yang paling sering sekitar 90% adalah gaya hidup yang kurang sehat, yaitu pola makan yang tidak teratur, kurang olahraga.

Pada kesempatan yang sama, dr. Fatimah juga mengungkapkan gejala-gejala yang sering tidak disadari banyak orang ketika menglami diabetes. Gejala yang muncul seperti Kesemutan, gangguan ereksi, gangguan penglihatan, kesemutan, bahkan gangguan jantung menjadi contoh gejala yang menyertai.

Waspada! Sering Buang Air Kecil Bisa jadi Gejala Awal Diabetes© MEN

" Ada juga beberapa pasien yang tidak menyadari kalau dia diabetes. Nggak pernah periksa gula, tiba-tiba ada gangguan ereksi, tahu-tahunya ada gangguan penglihatan,” kara dr. Fatimah.

Ada juga istilah 3P (Poliuri, Polidipsi, Polifagia) sebagai gejala diabetes yang umum. 3P ini merupakan gejala berupa banyak makan dan mudah lapar, banyak minum dan mudah haus, lalu sering buang air kecil.

“ Jadi awalnya banyak makan, lalu tentu banyak minum, lalu banyak buang air kecil. Jadi putar-putar seperti siklus. Gejala 3P ini justru jarang dikeluhkan oleh pasien,” ujar dr. Fatimah.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

2 dari 4 halaman

Penderita Diabetes Tidak Boleh Konsumsi Karbohidrat, Mitos atau Fakta?

Dream - Diabetes menjadi salah satu penyakit degeneratif yang seringkali menyebabkan kematian. Selain itu, diabetes juga memperparah kondisi seseorang yang memiliki penyakit bawaan lainnya, seperti jantung atau ginjal.

Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan oleh pasien diabetes untuk bisa mengontrol gula darah agar tetap dalam kadar normal. Salah satu upaya yang kerap dilakukan adalah menghindari konsumsi berbagai jenis karbohidrat dan gula.

Padahal, penderita diabetes masih bisa mengonsumsi karbohidrat. " Penderita kencing manis nggak boleh konsumsi karbohidrat itu mitos. Masih boleh konsumsi karbohidrat, tapi karbohidrat kompleks," ungkap Dokter Gizi, Shiela Stefani, dalam peluncuran HaloDiet oleh Halodoc, Selasa 14 Juni 2022.

3 dari 4 halaman

Diet rendah karbohidrat bisa berbahaya jika...

Makan Makanan Sehat© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Bahkan, dia juga mengungkapkan bahwa diet rendah karbohidrat bisa berbahaya bagi pasien diabetes dan menyebabkan hilangnya kesadaran.

Hal tersebut bisa terjadi ketika pasien diabetes menjalankan diet rendah karbohidrat dengan mengonsumsi obat yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah.

" Diet rendah karbohidrat bisa dilakukan untuk pasien diabetes. Tapi, hati-hati kalau sedang mengonsumsi obat untuk menurunkan kadar gula darah. Bisa bahaya kalau gula darahnya drop. Bisa menghilangkan kesadaran," jelasnya.

4 dari 4 halaman

Oleh karena itu, dia menyarankan pasien diabetes untuk tetap mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum dan menghindari jenis karbohidrat simpleks seperti gula maupun tepung-tepungan.

Diet rendah karbohidrat pun bisa dijalani jika tidak mengonsumsi obat penurun gula darah. Di samping itu, Shiela menyarankan pasien diabetes untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memilih pola makan yang terbaik.

Namun terlepas dari saran dokter, sebenarnya pasien diabetes bisa mengonsumsi berbagai jenis makanan yang kadarnya disesuaikan dengan kondisi maupun kebutuhan tubuh.

Beri Komentar