Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mengikuti les di luar jam sekolah kini jadi pilihan banyak orangtua untuk membuat anak-anaknya tetap sibuk. Les tertentu juga diberikan untuk mengasah bakat anak selain sisi akademik.
Anak pun memiliki jadwal harian dan les yang cukup padat. Apakah ini cukup efektif bagi anak? Hal pertama yang harus diperhatikan jika dalam mendaftarkan les dan menyusun jadwal les harian anak adalah minatnya.
"Ketika anak didaftarkan masuk banyak les, riskannya anak bisa jadi tidak suka atau tidak minat. Orangtua juga harus teliti soal itu," ujar Anna Surti Ariani, seorang psikolog, dikutip dari Liputan6.com.
Ia juga mengungkap, terkadang orangtua mungkin tidak tahu kemampuan serta ketertarikan anak dalam mengikuti les. Sempatkan diri sesekali untuk mengantarkan anak les dan lihat bagaimana sikap anak.
"Menemani anak sesekali ke tempat les itu bagus. Ini juga bisa menjadi penyemangat anak. Si anak juga otomatis menunjukkan kemampuannya di depan orangtua," ujar Anna.
Ajak anak berdiskusi tentang les yang diambil dan jadwal hariannya. Dengan begitu anak merasa didengar pendapatnya. Ingat, jangan memaksakan jika anak tidak berminat, karena mereka yang menjalaninya.
Hal lain yang juga tak kalah penting adalah kondisi fisiknya. Dengan sekolah dari pagi hingga siang, dilanjutkan les, lalu sampai rumah mengerjakan PR, tentu sangat menguras fisik anak.
"Kalau anak punya fisik yang oke (tidak sakit), itu lebih bagus. Tidak masalah ikut banyak les. Tapi dilihat dulu, apakah anak justru kecapekan atau tidak," ujar Anna.
Jika anak terlihat kelelahan bahkan jatuh sakit, segera kurangi aktivitasnya. Jangan sampai aktivitasnya yang padat malah membuat kesehatan menurun.
Sumber: Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari