Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Prancis (Shutterstock.com)
Dream - Prancis mulai melakukan uji coba penggunaan digital health pass pekan ini. Hal ini menjadikan Prancis sebagai negara pertama yang memberlakukan digital health pass sebagai syarat perjalanan.
Digital health pass diyakini sebagai salah satu cara untuk memulihkan kembali perjalanan internasional yang sempat lumpuh karena pandemi Covid-19. Ini menjadi inovasi sejumlah negara dan Prancis telah mendahului mereka.
Sebagai awalan, health pass diujicobakan pada penerbangan ke Corsica, wilayah Prancis di Mediterania. Ke depan diharapkan akan diperluas dengan menyertakan sertifikat vaksinasi pada 29 April 2021.
Health pass diproyeksikan diterapkan pada penerbangan internasional. Bahkan bisa dipakai untuk menghadiri festival dan konser namun tidak untuk di restoran maupun bar.
Izin uji coba terbit setelah Presiden Emmanuel Macron menyatakan ingin meringankan pembatasan pada perjalanan internasional di musim panas. Termasuk untuk warga Amerika yang sudah divaksin penuh.
Macron juga menyatakan pencabutan pembatasan akan diberlakukan secara progresif. Nantinya, siapapun yang menjalani tes Covid-19 di Prancis akan menerima pesan tertulis atau email berisi akses ke dokumen online bersertifikasi negara yang dapat dicetak atau disimpan pada aplikasi ToursAntiCovid.
Mulai pekan depan, hal yang sama berlaku untuk mereka yang divaksinasi. Aplikasi nantinya menghasilkan kode QR yang aman.
Sekretaris Negara Prancis untuk transisi digital, Cedric O, menyampaikan uji coba ini akan menjadi salah satu bagian dari sistem seluruh Eropa yang diperkuat, terkonsolidasi, dan terstandarisasi.
Itu terjadi sepekan setelah Didier Reynders, komisaris Eropa untuk keadilan, menyebut ia mengharapkan sertifikat hijau digital UE siap digunakan pada 21 Juni.
Saat ini, Prancis tetap lokdown, menutup semua toko yang tidak penting dan mengharuskan penduduk untuk tetap berada dalam jarak sekitar enam mil dari rumah mereka.
Prancis tidak sendirian dalam menguji coba digital health pass. Minggu lalu, Denmark mulai menguji izin kesehatannya sendiri, yang disebut Coronapas, untuk akses ke bisnis yang non-esensial, seperti penata rambut.
Pada 6 Mei 2021, negara ini berencana untuk memperluasnya dengan memasukkan akses ke restoran, museum, dan bioskop.
Sementara, Belanda tengah menguji sistem yang memungkinkan orang dengan hasil pemeriksaan negatif Covid-19 untuk menghadiri acara langsung dengan aplikasi CoronaCheck, dikutip dari Travel+Leisure.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya