Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Indonesia Kaya
Dream - Mungkin banyak orang mengenal Kutai Kertanegara sebagai pusatnya emas. Kabupaten ini memang terkenal memiliki sejumlah tambang emas.
Tidak banyak traveler berlibur ke kabupaten ini. Padahal, Kutai Kartanegara sebenarnya punya banyak destinasi wisata menarik.
Salah satunya adalah Pulau Kumala di Tenggarong. Pemerintah setempat mengubah wajah pulau ini dan menjadikannya sebagai andalan untuk sektor pariwisata.
Pulau Kumala sebenarnya merupakan delta di tengah Sungai Mahakam. Dulunya, pulau ini tidak berpenghuni dan terkesan tidak terawat.
Kini, Pulau Kumala kini dilengkapi sejumlah fasilitas wisata dan menjadi andalan Tenggarong. Pulau seluas 76 hektar ini dibangun dengan cara mengeruk Sungai Mahakam untuk menambah tinggi permukaan pada 2002.
Setelah itu, pembangunan terus berlanjut. Hingga banyak fasilitas wisata berdiri di pulau ini.
© Sumber: Indonesia Kaya
Pulau Kumala dirancang sebagai kawasan wisata yang memadukan teknologi modern dan kebudayaan Kalimantan. Fasilitas wisata di pulau ini hampir menyerupai Taman Mini Indonesia di Jakarta, lengkap dengan kereta gantung kecil, kereta keliling pulau, dan rumah-rumah adat Kalimantan.

Selain itu, Pulau Kumala juga dilengkapi dengan Sky Tower setinggi 75 meter untuk menikmati pemandangan Kota Tenggarong.
Wisatawan yang ingin menikmati segala jenis wahana permainan tersebut, tak harus bayar mahal. Tarif untuk menaiki wahana tersebut berkisar antara Rp2.500 hingga Rp7.500.
Sedangkan untuk retribusi, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp2.000. Sangat terjangkau untuk bisa menikmati pemandangan pulau yang dulunya dikenal angker ini.
Sumber: Travelista
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya