7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Serangan Jantung
Dream - Penyakit jantung koroner menurut data dari Departemen Kesehatan menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat merupakan pemicu utama seseorang bisa terkena serangan jantung. Termasuk konsumsi makanan berlemak dan kolesterol tinggi.
Bagi yang suka mengonsumsi makanan berlemak, harus diimbangi dengan konsumsi makanan kaya serat dan vitam.
Buah dan sayur wajib dikonsumsi setiap hari demi jantung lebih sehat. Hindari juga melakukan diet ketat tanpa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi, karena bisa berdampak buruk pada jantung.
" Biasanya itu faktor makanan, diet ketat juga bisa jadi masalah dan muncul serangan jantung," ujar dr BRM Ario Soeryo Kuncoro SpJK(K) saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat, 17
November 2017.
Dokter Ario juga memperingatkan soal kebiasaan merokok, tak menjaga berat badan, serta tingginya kadar gula dalam darah. Kondisi ini akan sangat berisiko menimbulkan serangan jantung. Untuk itu selalu lakukan pemeriksaan rutin, baik kadar gula darah maupun tekanan darah.
Segera tinggalkan kebiasaan merokok dan jaga berat badan dalam level normal. Jika memang hasilnya tidak baik, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat terapi pengobatan yang
memadai.
Terutama, jika diketahui kalau level gula darah tinggi karena bisa menimbulkan komplikasi pada jantung di kemudian hari.
" Salah satu faktor jantung itu kencing manis jadi dengan kondisi saat ini, risikonya bisa meningkat pada 20 tahun ke depan," ungkap dr. Ario.
Ia kembali menekankan soal gaya hidup sehat yang harus mulai diterapkan selagi muda. Seperti makan buah dan sayur setiap hari. Lalu olahraga minimal 4 kali.
" Kita harus hidup sehat, makan-makanan sehat, olahraga seminggu 4 kali minimal 30 menit sehari. Lakukan olahraga itu Insya Allah jantung terlatih," tuturnya. (ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?