Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Annisa Mutiara Asharini/Dream
Dream - Fashion muslim di Indonesia semakin berkembang dan mengikuti tren dunia. Aneka jenis hijab telah melenggang di berbagai fashion show, mulai dari scarf sampai hijab syar'i.
Berbeda dari yang lain, brand hijab Bokitta asal Lebanon meluncurkan hijab instan ke panggung mode Jakarta Ramadan. Hijab instan yang sering dianggap kaku dan kuno disulap menjadi fashion item modis.
Bokitta membuka acara yang digelar di Plaza Indonesia pada 7-14 Mei 2019 dengan koleksi bertajuk 'Farfalla'. Berangkat dari kesulitan wanita yang baru belajar memakai hijab, Bokitta mengeluarkan inovasi hijab pinless alias tanpa peniti dan jarum pentul.

" Seluruh produk Bokitta sifatnya instan. Kita memberikan tampilan seperti syal yang dibungkus di kepala namun tanpa peniti. Praktis, hassle free, memudahkan wanita untuk beribadah saat perlu ambil wudhu," kata Jemmy Rizki Satria, Country Manager Bokitta Indonesia di Jakarta, Rabu kemarin.
Desain seamless membuat hijab terbentuk dengan rapih tanpa jahitan yang terlihat sedikitpun. Meski bertumpuk, hijab tetap breathable dengan kombinasi bahan katun dan polyester.
Hijab instan yang terkesan kuno dikemas lebih modern dengan padu padan busana minimalis. Office wear bernuansa simpel terlihat elegan dengan pencil skirt dan pump heels.

Model layering pada hijab memberi sentuhan feminin, terlebih dari motif alam seperti bunga kupu-kupu. Bukan sekadar print, teknik motif yang dipakai terbilang cukup unik.

" Motifnya didesain terlebih dahulu oleh seniman. Dilukis di atas kanvas, lalu dialihmediakan ke digital hinga akhirnya ke atas tekstil," ujarnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya