6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Memeriksa Kesiapan Homestay Desa Wisata Gerupuk, NTB (Istimewa)
Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyempatkan diri meninjau kesiapan homestay di Desa Wisata Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini untuk mempersiapkan seluruh aspek pariwisata dan ekonomi kreatif menjelang perhelatan MotoGP Mandalika pada Oktober nanti.
Sandiaga mengatakan homestay di Desa Wisata Gerupuk merupakan salah satu pembangunan infrastruktur yang berkeadilan. Program ini menyediakan fasilitas rumah swadaya yang pembangunannya melibatkan pemberdayaan masyarakat.
Program homestay merupakan bagian dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Program ini biasa dikenal dengan bedah rumah.
Pada 2020 program ini ditingkatkan untuk menunjang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Lombok, NTB, yang merupakan salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas (DSP) ditetapkan Presiden Joko Widodo.
" Desa wisata ini merupakan salah satu pendorong dari pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Selain itu, dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat dengan memperoleh mata pencaharian melalui penyewaan homestay," ujar Sandiaga, dikutip dari laman Kemenparekraf.

Sandiaga mengatakan homestay ini menyasar kelompok milenial kelas menengah baru yang ingin menikmati keindahan Mandalika namum tak memiliki budget cukup untuk penginapan bintang lima. Dengan tarif sewa Rp250 ribu per malam sudah termasuk sarapan, wifi, dan listrik, Sandiaga merasa cukup terjangkau.
" Tadi saya bersama dengan Pak Gubernur sudah berencana, mungkin sebelum perhelatan MotoGP Mandalika kita akan mencoba tinggal satu malam di homestay ini. Saya dengan Pak Gubernur siap ingin merasakan suasana menginap di homestay secara langsung," kata Sandiaga.
Untuk strategi promosi homestay di Desa Wisata Gerupuk, dia mendorong penggunaan platform digital. Sandiaga berencana memfasilitasi digitalisasi dan virtualisasi.
" Mudah-mudahan ini bisa memicu ekonomi masyarakat serta bangkitnya pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentunya didukung dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” kata Sandiaga.

Direktur Rumah Swadaya KemenPUPR, KM Arsyad, menjelaskan pihaknya tidak meninggalkan nuansa lokal dalam pembangunan homestay tersebut. Desainnya dibuat berdasarkan ruang tradisional Lombok, yaitu ada sesangkok yang mengaruskan orang menunjukkan jika ingin masuk rumah sebagai bentuk penghormatan.
Kemudian bentuk atap stilasi yang juga mengadopsi nuansa lokal. Konsol dibuat lebih rendah sebagai filosofi rumah adat Sasak tentang bagaimana tamu menghargai privasi pemilik rumah.
" Di samping homestay, kami juga melakukan pengembangan rumah untuk meningkatkan kualitas agar menjadi rumah layak huni. Jadi, langsung memperoleh dua fungsi, pertama pariwisata dan kedua rumah layak huni," jelas Ardya.
KementerianPUPR sampai sejauh ini juga telah membangun 300 unit Rumah Swadaya di Lombok.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
