Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Fairmont Hotel San Fransisco AS (Shutterstock.com)
Dream - Pikirkan sekali lagi jika kamu ingin berlama-lama sarapan di restoran hotel tempatmu menginap. Karena tanpa disadari, sebenarnya ada batas waktu bagi setiap tamu untuk menikmati sarapannya di restoran hotel.
Meski pengelola hotel tidak keberatan jika kita terlalu lama sarapan, jangan sampai melebihi batas. Jika sesi sarapanmu sudah selesai, segera saja tinggalkan restoran.
Sebuah hotel di San Fransisco, Amerika Serikat, Fairmont, menerapkan pembayaran ekstra sebanyak US$30, setara Rp410 ribu. Kebijakan ini berlaku buat tamu hotel yang terlalu lama menghabiskan sarapannya.
Hotel ini membatasi waktu sarapan untuk setiap tamu selama 90 menit. Lebih dari itu, tamu akan terkena denda.

Dikutip dari The Sun, ongkos sarapan minimal di AS sekitar US$50, setara Rp638 ribu. Biaya itu sudah termasuk 18 persen untuk layanan dan 8,5 persen pajak.
Jika tamu menghabiskan waktu sarapan lebih dari 90 menit, maka dikenakan tagihan mencapai US$80, setara Rp1,1 juta. Langkah ini ditempuh manajemen Fairmont lantaran meningkatnya permintaan layanan penginapan plus sarapan.
General Manager Fairmont San Fransisco, Paul Tormey, mengatakan langkah ini hanya dijalankan khusus untuk menyambut momen pelaksanaan konferensi kesehatan selama empat hari di daerah itu. Diperkirakan ada lebih dari 9.000 orang hadir di konferensi tersebut.
Langkah itu juga untuk mencegah restoran berubah menjadi ruang pertemuan. Dikhawatirkan ramainya restoran akan berpengaruh terhadap pelanggan dan staf hotel.

" Kenyamanan para tamu dan pelayan kami terutama selama periode konvensi di mana seluruh kota sibuk adalah prioritas kami," ucap Tormey.
Tomey mengatakan kebijakan ini wajar diterapkan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan akan layanan ketika sebuah kota sedang ramai. Langkah ini memungkinkan hotel memberikan pelayanan dan mengakomodasi tamu sebanyak mungkin secara lebih baik.
" Tujuan dari pengaturan ini untuk memastikan pengalaman bersantap yang lancar, yang dapat dibedakan dari pengalaman konferensi," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya