Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Kota Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi Di Malam Hari (Shutterstock.com)
Dream - Pandemi Covid-19 membawa dampak yang dirasakan hampir seluruh negara. Sektor pariwisata terkena pukulan hebat lantaran tak ada pelancong yang bisa bepergian.
Namun demikian, selama pandemi berlangsung sejumlah negara mulai berbenah dan beradaptasi. Sejumlah protokol kesehatan diterapkan agar masyarakat aman beraktivitas dan pelancong bisa datang lagi.
Demikian pula dengan Arab Saudi. Sejumlah langkah pencegahan diterapkan hingga akhirnya Saudi menjadi satu-satunya negara di kawasan Teluk yang aman untuk dikunjungi wisatawan, berdasarkan penilaian Wego Travel Blog.
Penilaian tersebut menggunakan metodologi yang mencakup kriteria epidemiologi, kemampuan negara mengurangi dan menstabkan penyebaran virus secara signifikan, kapasitas sistem kesehatan, serta pengujian skala besar untuk deteksi dan pantauan infeksi.
Tingkat kematian akibat Covid-19 di Saudi terus menurun. Jumlah kematian harian di Saudi kurang dari 20 kasus per hari sejak 12 November 2020.
Sedangkan total kematian sejak awal pandemi mencapai 5.870. Ada 220 kasus baru yang tercatat, sehingga jumlah totalnya menjadi 356.911 kasus positif.
Tingkat kesembuhan di Saudi sebesar 96,9 persen. Riyadh mencatat jumlah kasus baru tertinggi dengan 55 pasien, lalu Jeddah di urutan kedua dengan 28 pasien, disusul Madinah dengan 15 pasien, dan Mekah 12 pasien.
Dalam daftar yang disusun Wego, urutan teratas negara paling aman dari Covid-19 diduduki Australia, diikuti Selandia Baru, Singapura, Zambia, dan Kuba.
Israel, Bahrain, dan Uni Emirat Arab masuk dalam daftar level kedua karena kasus positif sedang meningkat. Sedangkan Qatar, Irak, dan Iran masuk dalam kategori paling berbahaya karena mencatatkan kasus positif paling tinggi, seperti dilansir Arab News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya