Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Peluncuran Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017 Di Jakarta
Dream - Kabar menggembirakan kembali datang dari dunia pariwisata Indonesia. Berdasarkan hasil riset Global Muslim Travel Index (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017, Indonesia berhasil naik satu peringkat menempati posisi ketiga sebagai tujuan wisata utama untuk pasar wisata muslim yang nilanya diperkirakan mencapai USD220 miliar pada tahun 2020.
Studi Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) Mastercard-CrescentRating 2017 yang diluncurkan secara resmi di Jakarta itu sekaligus menunjukkan kesuksesan Indonesia yang telah mampu meningkatkan posisinya selama dua tahun berturut-turut.

Indeks tersebut, yang mencakup 130 destinasi wisata, menunjukkan bahwa sejumlah destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Asia berhasil menaikkan peringkat mereka. Hal ini tak terlepas dari upaya mereka untuk senantiasa menyesuaikan layanan dengan kebutuhan para wisatawan muslim.
Hasil riset tersebut mencatat bahwa Singapura berhasil mempertahankan posisi puncaknya untuk destinasi utama non-OKI, bersama Thailand, Inggris, Afrika Selatan dan Hong Kong berada di peringkat lima besar. Sementara Jepang berhasil naik dua peringkat menjadi peringkat keenam. Kemudian ada juga Spanyol yang untuk pertama kalinya memasuki peringkat sepuluh besar.

Hasil penelitian GMTI ini juga menunjukkan bahwa pasar wisata muslim akan terus tumbuh pesat dan nilai dari sektor tersebut diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai USD220 miliar pada tahun 2020 nanti. Pasar ini juga diproyeksikan akan tumbuh lebih jauh lagi sebanyak USD80 miliar hingga mencapai USD300 miliar pada tahun 2026.
Studi GMTI mengungkap pula bahwa pada tahun 2016, diperkirakan jumlah total kedatangan wisatawan muslim secara global mencapai 121 juta, naik dari 117 juta pada tahun 2015, mewakili 10 persen dari keseluruhan sektor perjalanan.

Secara global, Asis tetap memimpin sebagai wilayah yang memiliki daya tarik paling besar bagi para wisatawan muslim dengan skor rata-rata GMTI mencapai 57,6, dan kawasan Afrika menempati posisi kedua dengan skor 47. Lalu diikuti Oceania dengan skor 43,8, Eropa dengan skor 39,9 dan Amerika 33,7.
Terkait hasil riset GMTI ini, CEO CrescentRating & HalalTrip, Fazal Bahardeen, mengatakan bahwa GMTI senantiasa mengungkap wawasan dan informasi yang detail dimana hal tersebut akan membantu negara-negara destinasi untuk lebih memahami pergeseran kebutuhan dari sektor ini.

" Indonesia telah menanamkan investasi yang besar terhadap sektor ini dan hal tersebut tercermin pada peningkatan yang dicapai Indonesia dalam peringkat secara keseluruhan selama dua tahun berturut-turut," kata Fazal di Jakarta, Rabu 3 Mei 2017.
Dan berikut daftar peringkat 10 destinasi teratas (OKI & Non-OKI) untuk tahun 2017:
1. Malaysia (82,5)
2. Uni Emirat Arab (76,9)
3. Indonesia (72,6)
4. Turki (72,4)
5. Arab Saudi (71,4)
6. Qatar (70,5)
7. Maroko (68,1)
8. Oman (67,9)
9. Bahrain (67,9)
10. Singapura (67,3)
Daftar peringkat 10 destinasi teratas (OKI) tahun 2017:
1. Malaysia (82,5)
2. Uni Emirat Arab (76,9)
3. Indonesia (72,6)
4. Turki (72,4)
5. Arab Saudi (71,4)
6. Qatar (70,5)
7. Maroko (68,1)
8. Oman (67,9)
9. Bahrain (67,9)
10. Iran (66,8)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya